Makkah, MINA – Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf menegaskan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tidak diperbolehkan mengatur atau mengkavling tenda jamaah di Arafah menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Penegasan itu disampaikan saat meninjau langsung kesiapan tenda jamaah di Arafah, Kamis (21/5).
Dalam peninjauan tersebut, Menhaj menemukan masih adanya kekurangan kapasitas tenda bagi jamaah Indonesia. Pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi berjanji segera menambah kapasitas agar seluruh jamaah memperoleh tempat yang layak selama pelaksanaan wukuf di Arafah.
Irfan Yusuf menegaskan seluruh pengaturan tenda, penempatan kloter, dan pergerakan jamaah menjadi kewenangan penuh PPIH Arab Saudi. Ia memperingatkan KBIHU agar tidak lagi melakukan pengaturan mandiri yang berpotensi menimbulkan ketidaktertiban dan merugikan jamaah lain.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Bahkan, pemerintah mengancam akan mengevaluasi hingga mencabut izin operasional KBIHU yang melanggar aturan.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga melakukan tindakan tegas dengan mencopot penanda kelompok yang dipasang sejumlah KBIHU di tenda Arafah.
Menurutnya, praktik pengkavlingan tenda tanpa koordinasi dengan pemerintah dapat menyebabkan kekacauan penempatan jamaah seperti yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya.
Selain persoalan kapasitas tenda, pemerintah juga menyoroti rasio fasilitas toilet di Arafah yang masih belum ideal. Menhaj mengakui jumlah toilet saat ini masih berada di kisaran satu toilet untuk 50 jamaah, namun kondisi tersebut disebut lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Pemerintah Indonesia berencana meminta tambahan fasilitas kepada otoritas Arab Saudi untuk musim haji mendatang.
Peninjauan kesiapan Arafah dilakukan menjelang fase puncak haji Armuzna yang akan diikuti jutaan jamaah dari berbagai negara.
Pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi terkait transportasi, konsumsi, layanan kesehatan, hingga penempatan jamaah agar pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jamaah Indonesia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic