Ankara, MINA – Menteri Luar Negeri Turkiye Mevlüt Çavuşoğlu mengatakan, hampir tiga perempat abad sejak PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948, dunia terus menjadi tempat pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (10/12), Çavuşoğlu mengucapkan selamat Hari Hak Asasi Manusia. Ia mencatat ada banyak pelanggaran hak asasi manusia, dan krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung di banyak wilayah secara global.
“Pelanggaran dan krisis ini menimbulkan ancaman tidak hanya bagi negara tempat mereka tinggal, tetapi juga bagi perdamaian dan stabilitas dunia,” katanya seperti dikutip dari Anadolu.
Ia memperhatikan bahwa memastikan perdamaian dan stabilitas di dunia terkait erat dengan penyebaran praktik berdasarkan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Baca Juga: Pusat Budaya dan Komunitas Indonesia Diresmikan di Turki
Çavuşoğlu mengatakan, hal itu juga terkait dengan pengembangan peluang dan kemampuan untuk secara efektif memerangi pelanggaran hak asasi manusia dan krisis kemanusiaan di berbagai wilayah.
Ia juga mendesak komunitas internasional dapat menggunakan segala cara untuk kesejahteraan bersama dan kebahagiaan umat manusia.
“Peran dan upaya konstruktif, remedial, dan pencegahan dari organisasi global dan regional sangat dibutuhkan lebih dari sebelumnya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Türkiye dengan tegas melanjutkan upayanya untuk melindungi dan mengembangkan hak-hak warganya dan jutaan migran yang ditampungnya.
Baca Juga: DPR AS Keluarkan RUU yang Mengancam Organisasi Pro-Palestina
Menteri Turkiye itu mengungkapkan harapan untuk dunia dengan hak asasi manusia berdasarkan nilai-nilai universal, perdamaian dan keadilan berlaku di seluruh dunia.
Hari Hak Asasi Manusia Internasional diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Desember sejak 1948, ketika Majelis Umum PBB mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. (T/R6/RS3)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Lima Paramedis Tewas oleh Serangan Israel di Lebanon Selatan