Mesut Özil Kecam Diamnya Umat Islam Atas Uighur

Berlin, MINA – Pesepak bola Jerman Mesut Özil yang sekarang bermain untuk club Arsenal di Inggris, mengecam negara-negara Muslim karena tidak berbicara serius soal nasib minoritas Muslim tertindas di Uighur, Cina.

Özil yang berdarah Turmi menyatakan dukungannya kepada warga Uighur , pada hari Jumat (13/12), laporan Media DW.

“Di Xin Jiang, Al-Quran dibakar. Masjid-masjid ditutup. Sekolah-sekolah Muslim dilarang. Para ulama dibunuh. Saudara-saudara kita secara paksa dikirim ke kamp-kamp,” kata pemain Arsenal itu dalam bahasa Turki di Twitter dan Instagram.

“Orang-orang Muslim diam. Suara mereka tidak terdengar,” ia menulis di latar belakang bidang biru dengan bulan sabit putih, bendera yang oleh separatis Uighur disebut sebagai Turkestan Timur.

Beijing telah menerima kecaman internasional karena membuat serangkaian kamp di Xinjiang di Cina utara.

Sementara itu club sepakbola Arsenal dalam sebuah pernyatana menyatakan :”Konten yang ditulis Ozil adalah pendapat pribadi Ozil.”

“Sebagai klub sepak bola, Arsenal selalu menganut prinsip tidak melibatkan dirinya dalam politik,” lanjut pernyataan klub.

Lebih dari satu juta warga Uighur dan orang-orang dari minoritas Muslim kebanyakan telah ditangkap di kamp-kamp di wilayah yang dikontrol ketat, seperti dilaporkan organisasi hak asasi manusia dan para ahli lainnya.

China menggambarkan kamp-kamp itu sebagai pusat pendidikan yang bertujuan memerangi potensi terorisme.

Turki, yang mengambil namanya dari orang-orang Turki yang bermigrasi dari Asia tengah, adalah rumah bagi komunitas Uighur juga dan telah secara teratur menyoroti keadaan buruk masyarakat Muslim.

Özil menyindir bahwa apa yang akan diingat bertahun-tahun kemudian bukanlah penyiksaan oleh para tiran, tetapi keheningan saudara-saudara Muslim mereka. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)