Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MSF: Lebih 100 Migran Ditembak Pedagang Manusia Libya

Rudi Hendrik - Sabtu, 26 Mei 2018 - 14:34 WIB

Sabtu, 26 Mei 2018 - 14:34 WIB

18 Views

Migran Afrika yang berupaya masuk ke Eropa melalui perbatasan Maroko-Spanyol. (Foto: dok. World Bulletin)

Bani Walid, Libya, MINA – Lebih dari 100 migran dan pengungsi yang ditawan oleh pedagang manusia ditembak saat melarikan diri dari penjara rahasia di Libya barat laut, kata Doctors Without Borders (MSF), Jumat (25/5).

Organisasi medis internasional yang juga dikenal sebagai Medicins Sans Frontiers mengatakan, banyak yang tewas dan menderita cedera, demikian The New Arab melaporkan.

Banyak warga di kota Bani Walid, termasuk anggota pasukan keamanan, rumah sakit, pekerja kota, dan para sesepuh, berusaha melindungi para pelarian ketika mereka dikejar oleh para penculiknya yang bersenjata.

MSF mengatakan, korban selamat dari pelarian pada Rabu (23/5) malam itu melaporkan bahwa setidaknya 15 orang tewas dan hingga 40 orang yang kebanyakan wanita, tertinggal.

Baca Juga: Kelompok Muslim AS Galang Dukungan RUU Pemblokiran Senjata ke Israel

Dikatakan bahwa staf MSF membantu merawat 25 orang yang terluka di Rumah Sakit Umum Bani Walid, termasuk tujuh orang dengan luka tembak yang parah dan beberapa patah tulang.

Organisasi itu mengatakan para korban sebagian besar remaja dari Eritrea, Ethiopia dan Somalia yang mencoba mencari suaka di Eropa.

Beberapa korban yang mengalami trauma mengatakan kepada staf MSF bahwa mereka telah ditahan selama tiga tahun.

Banyak dari mereka memiliki bekas luka yang terlihat, bekas disetrum listrik, dan luka lama yang terinfeksi, menggambarkan beratnya siksaan yang mereka derita.

Baca Juga: Resolusi Dewan HAM PBB: Akhiri Pendudukan Israel di Palestina

Libya jatuh dalam kekacauan menyusul pemberontakan 2011 yang menggulingkan dan membunuh Presiden Moammar Gadhafi.

Sejak tahun 2014, negara ini telah terbelah antara dua pemerintah dan parlemen yang bersaing dengan basis di wilayah barat dan timur, masing-masing didukung oleh milisi dan suku yang berbeda.

MSF mengatakan, pelarian dan penembakan itu adalah contoh terbaru dari “kengerian yang sedang berlangsung” yang diderita oleh banyak migran dan pengungsi yang melarikan diri dari kemiskinan dan konflik di Afrika dan Timur Tengah.

Para migran dan pengungsi harus transit melalui Libya untuk mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa. (T/RI-1/B05)

Baca Juga: Netanyahu ke Hungaria Walau Ada Surat Penangkapan dari ICC

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: MAPIM: Serangan terhadap Jurnalis di Gaza Upaya Bungkam Kebebasan Pers

Rekomendasi untuk Anda

Afrika
Afrika
Eropa
Eropa
Feature
Kolom