Muhammadiyah Gandeng Kemenparekraf Cetak Wirausaha Mahasiswa Beretika

Rektor UMJ, Dr. Ma’mun Murod, M.Si., (kiri) dan Sekum PP Muhammadiyah,Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Ketua MCEBI Dr. Endang Rudiatin, M.Si., (kanan) foto bersama Sadiaga Uno, Menparekraf RI usai acara launching MCEBI (01/02/22). (Foto: Dok.UMJ)

Jakarta, MINA – Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf RI) menjalin kerja sama program kewirausahaan mencetak usaha-usaha rintisan di kalangan anak muda terutama mahasiswa.

Ketua MCEBI Dr. Endang Rudiatin, M.Si. mengatakan, melalui program Klinik Bisnis Bersama Sandiaga Uno menjadi arena sharing pengalaman antara wirausaha mahasiswa (Studentpreneur) dengan Sandiaga Uno sebagai sebagai birokrat sekaligus sebagai wirausahawan yang sukses.

“Klinik Bisnis ini menjadi kolaborasi berkelanjutan antara MCEBI dengan Sandiaga Uno selain sebagai menparekraf juga sebagai Sandi yang pengusaha, dalam program pemulihan ekonomi melalui pengelolaan sumber daya alam yang bertanggungjawab,” kata Endang saat Kick Off MCEBI dan Peluncuran Program “Klinik Bisnis Bareng Sandiaga Uno” di Jakarta, Selasa (1/2).

Acara ini dilaksanakan secara hybrid yang disiarkan langsung dari Rumah Dinas Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) melalui streaming Youtube dan Zoom.’

Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator (MCEBI) baru didirikan oleh 29 Lembaga Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) berdasarkan SK Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (AFEB) Perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) no 006 tahun 2022.

Endang menjelaskan, MCEBI memiliki target melahirkan sebanyak mungkin wirausahawan muda yang handal, sukses, dan tetap beretika. Berikutnya masih ada 55 PTMA lagi yang akan segera menyusul mendirikan lembaga Inkubator Bisnis.

Sekum PP Muhammadiyah Prof Dr. Abdul Mu’ti dalam kata sambutannya memberikan apreasi atas penyelengaraan program dan kerjasama Kemenparekraf dengan Lembaga Inkubator PTMA sekaligus apresiasi penyelenggaraan kegiatan MCEBI di rumah dinas yang menandakan bahwa kolaborasi ini serius dikerjakan, tak mengenal hari libur.

“Kehormatan bagi kami telah dipercaya sebagai mitra dalam pengembangan kewirausahaan mahasiswa” kata Mu’ti.

Dia berharap program ini menjadi bagian penting utk meningkatkan kompetensi dan integritas sebagai entrepreneur yang dibutuhkan Negara ini.

Menurutnya, Muhammadiyah didirikan oleh para entrepreneur, contoh Ahmad Dahlan dengan berdagang batik. Bagaimana organisasi bisa dibentuk dengan baik juga karena kegiatan kewirausahaannya.

“Mahasiswa harus juga punya mental kompetensi, bagaimana menumbuhkan kreatifitas di kalangan mahasiswa. Bisa bersinergi membangun industri kreatif yang berdaulat di Negara kita,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga Uno sendiri mengatakan sangat tersanjung dengan Muhammadiyah yang bersedia berkolaborasi dengan Kemenparekraf.

Dia memperkenalkan deputi SDM dan Kelembagaan dan deputi bidang Ekonomi Digital dan Industri Kreatif yang juga hadir.

Kemenprakrekaf sedang membuat terobosan bagi program kewirausahaan untuk 60 juta UMKM yang semakin banyak bisa disentuh dengan program-program kewirausahaan agar UMKM bisa lebih berkembang. Hadir juga tenaga ahli sebagai kurator produk UMKM.

Hadirkan Wirausaha Mahasiswa Sukses

Tiga studentpreneur yang berdiskusi dengan Sandi Uno, Indi Dwi Lutfitriani dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta memenangi Best Business Growth Plan dengan platform peribahasa.com.

Beribahasa (www.beribahasa.com) adalah platform pembelajaran bahasa asing secara daring yang mempertemukan murid dengan tutor tanpa terhalang jarak, dengan waktu fleksibel dan kurikulum sesuai kebutuhan, serta harga yang terjangkau.

Handoko Eko Prasetyo dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo memenangi Best Marketing Strategy (secara on line). Brand produknya Peyek Kupang DJ. Peyek Kupang DJ adalah bisnis kuliner camilan yang memanfaatkan kupang sebagai sumber daya alam melimpah di Kabupaten Sidoarjo yang kaya khasiat untuk kesehatan.

Muhamad Nur Rajab dari ITB Ahmad Dahlan Jakarta memenangi Best Social Impact, dengan brand usahanya Kopi Nineteen.

Kopi Nineteen adalah kedai kopi yang tidak hanya menghasilkan kopi berkualitas dengan harga terjangkau bagi kantong pelajar, namun juga menghadirkan sebuah ruang pelatihan dan pengembangan pemuda serta UMKM di daerah setempat secara gratis.

Kopi Nineteen juga mengajak konsumen untuk bersedekah, karena Rp500,- dari tiap gelas kopi yang terjual akan didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bersama mereka hadir juga Studentpreneur penerima beasiswa Baznas Silvia Nur Indah Sari dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.

MCEBI memberikan gelar Best Family Hero, karena perannya membantu usaha keluarga, dari membantu sang ibu membuat donut, kemudian dimodifikasi menjadi donut kentang. Silvia Donut brand usahanya mengadopsi konsep donut yang sudah terkenal, yang menjadi makanan kelas menengah atas. Harga donut Silvia dapat terjangkau kalangan menengah ke bawah.

Ikhtiar 29 Lembaga Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan PTMA mendirikan MCEBI perlu didukung dan mendapat pendampingan secara terus menerus dan berkelanjutan, akan selalu ada bibit-bibit pemuda yang perlu pendampingan untuk menjadi wirausaha yang turut andil dalam peningkatan perekonomian nasional, yang membawa kemashlahatan bagi bangsa dan Negara.

Acara Kick Off MCEBI dan Klinik Bisnis Bersama Sandiaga Unoyang diikuti peserta online mencapai 1.000 dan dihadiri juga Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Dr. Ma’mun Murod, M.Si., Rektor UM Tangerang Dr. Ahmad Amrullah, M.Pd., Rektor Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi Dr. H.Jaenudin, M.Pd. dan Ketua STIEM Jakarta Dr Lela Nurlaela Wati SE, MM.

Selain itu juga hadir Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah Herry Zudianto dan Ketua AFEB Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah Prof. Dr. Rizal Yahya, SE, M.Sc. dan beberapa rektor PTMA dan dekan FEB secara online. (R/R1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)