Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MUI Bentuk Crisis Center Bebaskan WNI yang Diculik Israel

Zaenal Muttaqin Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 21 Mei 2026 - 16:25 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:25 WIB

27 Views ㅤ

Konferensi perss MUI usai konsolidasi bersama ormas Islam dan lembaga filantropi di kantor MUI Pusat Jakarta (Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bergerak cepat merespons penculikan aktivis kemanusiaan dalam misi menuju Gaza. Lembaga tersebut resmi membentuk crisis center untuk mengawal upaya pembebasan, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga disandera Israel.

Langkah tegas ini diumumkan Ketua MUI Bidang Ukhuwah, Muhammad Zaitun Rasmin, usai konsolidasi bersama ormas Islam dan lembaga filantropi di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Kamis (21/5). Ia menegaskan pembentukan crisis center menjadi bukti keseriusan MUI dalam mendorong pembebasan para aktivis.

“MUI menyampaikan permohonan kepada Presiden dan membentuk crisis center untuk menampung masukan dari keluarga korban serta memperkuat dukungan penuh,” ujar Zaitun.

MUI juga secara terbuka mendesak Prabowo Subianto untuk turun tangan langsung. Bahkan, pertemuan dengan Presiden akan segera diminta jika pembebasan tak kunjung terealisasi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Samarinda Semarakkan BSP dengan Lomba dan Market Day

“Kami akan meminta bertemu Presiden Prabowo bila masalah ini belum selesai dan para sandera belum dibebaskan,” tegasnya.

Selain jalur domestik, MUI memperluas tekanan melalui diplomasi internasional. Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Erick Yusuf, menyatakan pihaknya telah menyiapkan surat resmi yang ditujukan ke berbagai lembaga nasional dan internasional guna memperkuat advokasi kemanusiaan.

Ia menegaskan dua fokus utama saat ini: pembebasan para sandera dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat menembus blokade menuju Gaza.

“Target kami jelas, bebaskan para aktivis terlebih dahulu, lalu pastikan bantuan kemanusiaan bisa masuk,” ujarnya.

Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan

MUI juga menggalang kekuatan publik. Seluruh elemen umat, ormas Islam, hingga komunitas sipil diajak bersuara lantang agar tekanan global meningkat dan mempercepat pembebasan para WNI.

“Jika suara ini menggema bersama, insyaallah akan sampai dan para sandera segera dibebaskan,” kata Zaitun.

MUI menargetkan gerakan ini berjalan cepat, bahkan berharap hasil konkret dapat terlihat dalam 24 hingga 48 jam ke depan melalui kerja bersama lintas lembaga. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Presiden Prabowo Copot Listyo Sigit dari Kepala Staf Kepresidenan Usai Ditetapkan Tersangka Penyadapan

Rekomendasi untuk Anda