Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyebut peradaban negara itu dapat “punah malam ini” jika tidak memenuhi tuntutan Washington terkait Selat Hormuz.
Pernyataan Trump tersebut disampaikan melalui unggahan di media sosial miliknya, Truth Social, menjelang berakhirnya ultimatum yang ia berikan kepada Teheran.
“Seluruh peradaban akan mati malam ini, dan tidak akan pernah bisa dihidupkan kembali. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi mungkin akan terjadi,” ujar Trump. Washington Post melaporkan, Selasa (7/4).
Ia juga menambahkan bahwa situasi tersebut akan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah dunia yang panjang dan kompleks.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
“Nanti malam kita akan mengetahuinya,” katanya.
Ancaman Trump terhadap Iran ini disampaikan menjelang tenggat waktu yang ditetapkan pada Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu Amerika Serikat, atau Rabu (8/4) dini hari waktu Iran, agar Teheran membuka kembali Selat Hormuz.
Trump sebelumnya juga memperingatkan akan “meratakan” Iran dan menjadikan negara itu “seperti neraka” apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
Ancaman serupa bahkan telah beberapa kali disampaikan, termasuk rencana menghancurkan fasilitas energi dan jembatan di Iran dalam waktu singkat.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Di tengah meningkatnya ketegangan AS-Iran, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan jutaan rakyatnya siap membela negara.
Ia menyebut lebih dari 14 juta warga Iran telah mendaftarkan diri untuk berkorban demi mempertahankan kedaulatan negaranya.
“Lebih dari 14 juta warga Iran yang bangga telah mendaftar untuk mengorbankan nyawa mereka demi membela Iran,” tulis Pezeshkian melalui akun X.
Ia menegaskan komitmennya untuk tetap setia kepada Iran.
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
“Saya pun telah, sedang, dan akan tetap setia memberikan hidup saya untuk Iran,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ultimatum Trump terkait Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran strategis dunia.
Menjelang batas waktu tersebut, situasi di Iran dilaporkan semakin memanas dengan meningkatnya serangan yang menargetkan berbagai infrastruktur, termasuk jembatan kereta api, jalan raya, bandara, pabrik petrokimia, serta jaringan listrik.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin
















Mina Indonesia
Mina Arabic