Jakarta, MINA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendesak pemerintah Indonesia untuk menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP).
Desakan ini disampaikan MUI sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2), yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Dalam keterangannya , MUI menilai BoP yang melibatkan Amerika Serikat sebagai pemain sentral tidak efektif dalam mewujudkan kemerdekaan sejati bagi Palestina. Lembaga keagamaan tertinggi di Indonesia itu justru melihat AS menggunakan forum tersebut untuk memperkuat arsitektur keamanan yang timpang.
“Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina,” demikian pernyataan MUI yang ditandatangani Ketua Umum KH Anwar Iskandar dan Sekjen Buya Amirsyah Tambunan.
Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026
MUI menyoroti tindakan Presiden AS Donald Trump yang justru melakukan serangan bersama Israel terhadap Iran, yang dinilai memicu perang regional melibatkan berbagai kekuatan baik secara langsung maupun melalui proksi. Situasi ini, menurut MUI, merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.
Lembaga keagamaan tertinggi di Indonesia ini juga mengutuk keras serangan Israel yang didukung AS karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, khususnya amanat untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Dalam tausiyahnya, MUI menegaskan beberapa poin penting:
1. Mengutuk serangan Israel-Amerika terhadap Iran dan mendesak kedua negara menghentikan serangan karena bertentangan dengan Pasal 2(4) Deklarasi PBB
2. Memahami serangan balasan Iran ke pangkalan militer di negara teluk sebagai tindakan yang dibenarkan dan dilindungi hukum internasional
3. Menyerukan PBB dan OKI untuk mengambil langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional
4. Mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia untuk melakukan qunut nazilah, berdoa sungguh-sungguh memohon pertolongan Allah bagi muslim yang tertindas
Baca Juga: [Bedah Berita MINA] Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran, Apa Dampaknya?
MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei sebagai akibat serangan Israel-Amerika. “Inna ilaihi raji’un. Sebagai syuhada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamiin,” tulis MUI.
Lebih lanjut, MUI menilai motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil,” tegas MUI.
Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik untuk mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.[]
Baca Juga: BMKG: Seluruh Wilayah DKI Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang Hari Ini
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic