Muslimah Dituntut Bijaksana Gunakan Medsos

Kepala Biro Sumatera Kantor Berita Islam MINA, Nurhadis saat memberikan materi kajian Muslimah, dengan tema Bijaksana Gunakan Medsos, di Masjid At-Taqwa Ponpes Al-Fatah Natar, Jumat, (28/4). Photo : Rofiq/MINA.

 

Lampung Selatan, 29 Rajab 1438/28 April 2017 (MINA) – Kantor Berita Islam Mi’raj Islamic News Agency (MINA) Biro Sumatera bekerjasama dengan Muslimah Hizbullah mengadakan kajian kemuslimatan tentang Media Sosial.

Kajian dengan tema, Bijak Gunakan Media Sosial ini diadakan di Masjid At-Taqwa Komplek Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah Muhajirun Negararatu Natar Lampung Selatan, Jumat, (28/4).

Kepala Biro Sumatera MINA Nurhadis mengajak kepada Muslimah khususnya untuk lebih berhati-hati menggunakan medsos.

“Di era sekarang informasi cepat sekali masuk dan bahkan tidak terbendung melalui medsos, maka perlu lebih bijaksana menggunakannya,” katanya.

Menurutnya, bila tidak mengerti atau tidak bisa memanfaatkan medsos dengan baik justru akan mendatangkan fitnah.

“Sebagaimana yang diisyaratkan oleh Rasulullah bahwa di akhir zaman, fitnah-fitnah akan masuk ke kamar-kamar kalian, lewat apa, kalau sekarang antara lain lewat perangkat handphone, lewat medsos,” ujarnya.

Lebih lanjut Hadis menyampaikan beberapa dampak negatif medsos seperti ghibah, curhat mengumbar aib, berdusta, mencela, menyalahkan orang lain, pornografi, dan lain-lain.

“Dampak lain, eksis dan selfie misalnya, intens sekali upload photo, padahal saya temukan fakta, photo-photo akhwat yang tersebar di media sosial digunakan oleh fihak tidak bertanggung jawab untuk situs-situs pornografi,” katanya.

Selain itu, medsos juga berdampak menjauhkan kita dari pengharapan kepada Allah.

“Kita jadi lebih aktif berdoa di facebook, dibanding shalat-shalat kita, padahal kalau berdoa di facebook, tentu yang kita harapkan bukan Allah yang menjawab doa, tapi komentar dan like dari teman facebook,” ujarnya.

Curhat mengumbar aib pribadi dan keluarga, ini juga sering terjadi dan menimpa muslimah kita. Ini sejalan dengan apa yang disampaikan Rasulullah, di mana Allah menutup aibnya pada waktu malam, lalu dia membukanya sendiri pada esoknya.

“Allah menutup aib seseorang ketika melakukan maksiat akan tetapi manusia itu sendiri yang mengumbar aibnya melalui update status, fakta ini membenarkan hadits dari Rasulullah tersebut,” katanya.

Ia berharap kaum muslimah bisa menjadikan akun sosial media sebagai ladang dakwah dan bisa lebih bijaksana lagi dalam memanfaatkannya.

“Meskipun ibu-ibu ada yang tidak menggunakannya, namun pengetahuan ini penting bagi keluarga, anak-anak ibu sekalian agar bisa bijak menggunakan media sosial,” katanya. (L/sfh/B01-P1).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA).