Kathmandu, MINA – Otoritas nepal/">bencana Nepal mengeluarkan peringatan akan adanya banjir susulan, dan warga di beberapa distrik untuk tetap waspada tinggi setelah permukaan air naik tajam di aliran Sungai. Sementara jumlah korban tewas dari banjir dahsyat hampir mencapai 1.000 orang.
Peringatan baru ini datang saat Nepal terus terpuruk akibat banjir bandang Rabu lalu, yang dipicu oleh runtuhnya glasial di puncak Himalaya. Economic Times melaporkan.
Data sampai Selasa (1/9), jumlah korban tewas di Nepal telah meningkat menjadi 987. Sementara jumlah orang hilang 3.916. Sejauh ini, 11.814 orang telah diselamatkan, kata badan bencana tersebut.
Negara tetangganya, China melaporkan 16 kematian dan 546 orang hilang di sisi perbatasan mereka di Wilayah Otonom Tibet.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Hampir 550 warga asing masih belum ditemukan di Nepal, kata pejabat. Termasuk 288 orang India, 63 warga Amerika, 51 orang Malaysia, 34 orang Australia, 33 orang Inggris, dan 25 warga Kanada. Tidak ada laporan korban warga Indonesia.
Pejabat mengatakan para penyelamat bergegas mencari terowongan pembangkit listrik tenaga air di wilayah terdampak, dengan ratusan pekerja masih belum ditemukan.
Juru bicara tentara Raja Ram Basnet mengatakan sekitar 350 pekerja dan penduduk telah berhasil dibawa ke tempat aman dari proyek pembangkit listrik tenaga air Trishuli 3A. sementara upaya penyelamatan lebih dari 100 orang yang masih terjebak di lokasi yang sama terus berlanjut.
Pihak berwenang juga telah memulai pemakaman massal korban banjir yang tidak dikenal seiring upaya identifikasi yang terus berlanjut, dengan 96 jenazah tak dikenal dimakamkan pada Sabtu dan rencana untuk menguburkan lebih dari 100 lainnya. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic