Tel Aviv, MINA – Benjamin Netanyahu tewas, desas-desus tentang Perdana Menteri Israel itu terbunuh dalam serangan udara Iran dan menjadi viral di media sosial.
Banyak pengguna medsos membagikan video serangan udara sambil mengklaim atau berspekulasi bahwa Netanyahu tewas dalam serangan Iran. Dikutip dari News24, Kamis (12/3).
Klaim serupa juga beredar tentang saudaranya, Iddo Netanyahu, dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, dengan postingan yang mengatakan bahwa mereka juga tewas dalam serangan udara.
Namun, para pejabat Israel mengatakan klaim ini salah.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
“Sumber menunjukkan bahwa Netanyahu tewas dalam serangan udara Iran. Apakah ini berita benar?” tanya seorang pengguna media sosial yang membagikan video serangan rudal yang menghancurkan.
“Inilah yang terjadi di dalam entitas. Tapi, ada sensor media Arab-Ibrani yang ketat. Dan, untuk alasan ini, kami meminta Anda untuk memposting ulang, tolong. Operasi sedang berlangsung malam ini,” posting pengguna lain sambil membagikan video serangan udara.
Desas-desus itu tampaknya telah dimulai di media yang terkait dengan pemerintah Iran.
Menurut beberapa laporan media, termasuk Kantor Berita Tasnim, melaporkan bahwa Netanyahu mungkin telah tewas atau terluka selama serangan balasan Iran.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Laporan-laporan ini muncul setelah pemimpin Israel itu menjauh dari mata publik untuk beberapa waktu.
Tasnim mengatakan sumber-sumber berbahasa Ibrani menimbulkan pertanyaan tentang kondisi Netanyahu. Badan tersebut menunjuk beberapa alasan untuk spekulasi tersebut.
Dikatakan, Netanyahu tidak muncul dalam video apa pun selama hampir tiga hari dan tidak ada foto yang dirilis selama sekitar empat hari. Sebelum ini, setidaknya satu video, terkadang hingga tiga, diterbitkan setiap hari.
Pernyataan baru-baru ini yang dikaitkan dengannya hanyalah pesan tertulis. Laporan itu juga mengklaim keamanan di sekitar rumah Netanyahu ditingkatkan pada 8 Maret karena kemungkinan serangan drone.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Tasnim lebih lanjut mengatakan bahwa kunjungan yang direncanakan ke Israel oleh perwakilan yang terkait dengan Donald Trump, termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff.
Poin lain yang dikemukakan oleh outlet Iran adalah panggilan telepon antara Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Netanyahu. Presiden Prancis hanya merilis ringkasan tertulis dari percakapan itu, tanpa audio atau video, dan tidak menyebutkan tanggal pastinya.
Tasnim menulis bahwa klaim ini “belum dikonfirmasi atau disangkal secara resmi”.
Pihak berwenang Israel dan beberapa organisasi berita internasional telah menggambarkan klaim itu sebagai “berita palsu”.
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
Menurut The Times of Israel, kantor Netanyahu menolak laporan Iran, dan mengatakan perdana menteri masih hidup dan melanjutkan pekerjaannya.
Laporan itu juga mengatakan Netanyahu mengunjungi lokasi serangan rudal di Beit Shemesh dan berbicara di depan umum, yang membantu menepis rumor tersebut.
Kantor Berita Fars Iran mengutip juru bicara militer yang mengklaim bahwa rudal Khaibar Iran menghantam kantor Netanyahu dan rumah kepala Angkatan Udara Israel Tomer Bar. Namun, laporan Israel mengatakan tidak ada serangan rudal yang dikonfirmasi di Yerusalem dan kantor Netanyahu tidak rusak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Oposisi Israel Sebut Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Tarik Pasukan dari Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic