Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Klaim Luncurkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Kuwait

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 14 Juli 2026 - 14:40 WIB

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:40 WIB

32 Views ㅤ

Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS. (Gambar: X)

Teheran, MINA – Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait sebagai respons atas operasi militer Washington terhadap sejumlah sasaran di wilayah Iran.

Serangan tersebut disebut melibatkan peluncuran drone tempur dan rudal jelajah yang diarahkan ke fasilitas militer AS di kawasan Teluk. Press TV melaprokan, Selasa (14/7).

Rekaman yang dirilis Angkatan Laut Iran memperlihatkan proses peluncuran sejumlah drone dan rudal dari lokasi yang tidak diungkapkan. Instalasi militer Amerika Serikat di Kuwait yang dinilai menjadi bagian dari jaringan operasi Washington di Timur Tengah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengenai tingkat kerusakan maupun kemungkinan adanya korban akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik setelah Amerika Serikat memperluas operasi militernya terhadap Iran, termasuk serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis dan pangkalan Angkatan Laut Iran di Bandar Abbas.

Washington menyatakan operasi tersebut bertujuan melindungi kepentingan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz, sementara Teheran menilai tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Kuwait merupakan salah satu negara yang menjadi lokasi sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat, termasuk Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Camp Arifjan, yang selama ini berfungsi sebagai pusat logistik dan operasi militer AS di kawasan Teluk.

Posisi strategis Kuwait menjadikannya salah satu titik penting dalam proyeksi kekuatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah, sehingga berpotensi menjadi sasaran ketika ketegangan regional meningkat.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Meningkatnya aksi saling serang antara Iran dan Amerika Serikat turut memicu kekhawatiran negara-negara kawasan terhadap meluasnya konflik.

Sejumlah negara Teluk terus memperkuat sistem pertahanan udara dan meningkatkan kesiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan maupun jalur perdagangan internasional di kawasan.

Konflik dikhawatirkan tidak hanya berdampak pada Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga menyeret lebih banyak negara di Timur Tengah serta mengganggu pasokan energi global yang bergantung pada keamanan kawasan Teluk dan Selat Hormuz. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Indonesia
Internasional
Info MINA