Damaskus, MINA – suriah/">Oposisi Suriah telah setuju dengan Rusia untuk menyerahkan Quneitra, provinsi sensitif di barat daya Suriah yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel.
Quneitra adalah sebuah provinsi tipis berbentuk bulan sabit yang terletak di sepanjang zona penyangga dengan Golan.
Lembaga pemantau Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) mengatakan, oposisi yang telah menguasai sebagian besar provinsi itu selama bertahun-tahun akan menyerahkan wilayah mereka sebagai bagian dari kesepakatan menyerah.
“Kesepakatan itu memberikan gencatan senjata, serah terima senjata berat dan menengah, dan kembalinya institusi pemerintah ke daerah itu,” kata Ketua SOHR Rami Abdel Rahman, demikian The New Arab melaporkan, Kamis (19/7).
Baca Juga: Serangan Balasan Tiongkok: AS Akan Jadi Pecundang Perang Dagang Internasional
Ia mengatakan, pasukan polisi Suriah akan mengambil alih wilayah oposisi saat ini di zona penyangga.
Mereka yang menolak persyaratan perjanjian, akan diberikan jalan aman ke wilayah oposisi di Suriah utara.
Kantor berita Suriah SANA mengatakan, pihaknya memiliki informasi awal mengenai kesepakatan bagi tentara untuk kembali ke posisi sebelum 2011, sebelum konflik meletus di daerah itu.
SANA mengatakan, oposisi dan keluarganya di Quneitra dapat berangkat ke Idlib atau menerima kembalinya kekuasaan negara. (T/RI-1/P1)
Baca Juga: Palestina dan Myanmar Jadi Sorotan di Sidang Parlemen Global
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Negosiasi Langsung dengan AS