Stockholm, MINA – Partai oposisi sayap kiri Swedia menuntut pertemuan parlemen darurat terkait aksi pembakaran Al-Qur’an yang terjadi akhir-akhir ini.
“Kami menyerukan komite kebijakan luar negeri untuk dipanggil ke pertemuan tambahan sesegera mungkin sebagai akibat dari apa yang sekarang terjadi,” kata juru bicara Kebijakan Luar Negeri Sosial Demokrat, Morgan Johansson, dalam sebuah pernyataan seperti itu dari Middle East Monitor, Rabu (26/7).
Johansson mendesak pemerintah untuk mengambil tindakan untuk melindungi kehidupan dan kepentingan Swedia.
“Saya dapat memahaminya, tetapi pada saat yang sama, mereka memiliki kewajiban untuk menunjukkan kepemimpinan dan menjawab pertanyaan publik,” tambahnya.
Baca Juga: Ini 6 Negara Arab yang Tolak Relokasi Warga Gaza
Ada reaksi internasional mengenai penodaan Al-Qur’an, yang menyebabkan duta besar Swedia dipanggil di seluruh dunia Muslim.
Negara-negara Muslim mengutuk keras pembakaran Al-Qur’an dan menuntut agar Swedia memberlakukan larangan serta meninjau kembali undang-undang yang memungkinkan pembakaran terjadi.
Ratusan warga Irak bahkan menyerbu Kedutaan Besar Swedia di Baghdad pekan lalu dan membakarnya untuk memprotes pembakaran Kitab Suci umat Islam. (T/RE1/P2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Menlu Mesir Tegaskan Pembangunan Gaza Tanpa Relokasi Warganya