Palestina, Negeri Para Singa Kesatria

Oleh : Nibras Qolbi Mahdiya, Pelajar Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi, Bogor, Jawa Barat

Singa….. Ya, singa adalah hewan liar yang buas. Singa Sang Raja Hutan. Singa adalah hewan yang selalu kita definisikan dengan binatang yang ditakuti oleh sekelompok hewan lainnya.

Aungannya yang menggemparkan sekitar, membuat hewan-hewan lain lebih memilih menjauh dalam perjalanannya.

Hewan yang berambut lebat dan bertaring tajam ini, membuat penampilannya semakin terlihat mengerikan.

“What do you know about Lion’s Den?” Negeri para singa. Ya, singa hewan yang banyak ditakuti.

Negerinya para pemberani. Negerinya para pejuang. Di manakah lokasi negeri pejuang itu berada? Apa di Amerika Serikat yang terkenal dengan heronya? atau Rusia yang terkenal dengan militernya? Oh, tentu saja bukan mereka.

Negeri itu dipenuhi oleh padang pasir, sebuah negeri yang diberkahi Allah. Negerinya para Nabi, sahabat, pejuang dan ulama. Ya, itu adalah Tanah Palestina.

“Palestina Negeri Para Singa Kesatria “merupakan pengibaratan untuk orang-orang Palestina. Karena mereka orang-orang yang berani dan pantang mundur. Walau hanya bermodal batu-batu di sekitarnya untuk melawan serangan bazooka, bulldozer dan tank-tank pendudukan Zionis Yahudi. Bahkan bom serta drone-drone alias pesawat tanpa awak Zionis.

Mereka adalah “Singa-singa kesatria pejuang di jalan Allah,” sebagaimana Rasulullah menggelari pejuang sahabat Hamzah Abdul Muthallib dengan Singa Allah (Asadullah), karena kepahlawanannya dan keberaniannya dalam membela Islam.

Allah menguatkan keimanan dalam hati-hati mereka untuk terus mempertahankan Tanah Suci Yerussalem.

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dalam sabdanya,

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَعَدُوِّهِمْقَاهِرِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَّا مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لَأْوَاءَحَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَيْنَ هُمْ قَالَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ

Artinya : “Tidak henti-hentinya thaifah dari umatku yang menampakkan kebenaran terhadap musuh mereka. Mereka mengalahkannya dan tak ada yang membahayakannya dari orang-orang yang menentang. Hingga datang kepada mereka keputusan Allah Azza wa Jalla, dan tetaplah dalam keadaan demikian”. Sahabat bertanya, “Ya Rasulullah di manakah mereka? Rasulullah menjawab, “Di Baitul Maqdis dan sisi-sisi Baitul Maqdis.” (HR Ahmad).

Ya, Palestina, adalah sebuah negeri dengan beberapa kotanya di antaranya Khan Younis, Gaza danYerusalem. Wilayah Palestina terletak di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15-34 dan 40-35 ke arah timur, dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 ke arah utara. Letak astronomisnya di antara 31,35° hingga 32,55° LU dan 34,87° hingga 35,54° BT. Palestina memiliki wilayah daratan sekitar 2.400 mil persegi.

Ibukota Palestina adalah Yerusalem, yang biasa kita sebut dengan kota Al-Quds. Kota yang diperebutkan bangsa Yahudi.

Di dalam Kota Al-Quds ada kompleks Masjidil Aqsha yang memiliki luas 144.000 m² atau sekitar 14,4 hektar. Di dalamnya ada kiblat pertama umat muslim.

Palestina adalah tanah yang diberkahi Allah. Palestina adalah negeri dilahirkannya para Nabi. Palestina adalah negeri dilahirkannya para kesatria dan para syuhada.

Dari wanita-wanita Palestina hebatlah pejuang-pejuang Islam itu dilahirkan. Mereka dilahirkan dari sebuah keluarga yang harmonis. Keluarga yang memiliki visi dan misi mulia. Keluarga yang diberi dengan nutrisi gizi-gizi akhlakul karimah. Keluarga yang dipahat dengan ketangkasan strategi peperangan, dan dibimbing dengan Al-Quran dan As-Sunnah, serta dinaungi cahaya perdamaian.

Siapakah para pejuang itu? Mereka adalah para mujahid yang berjuang mempertahankan tanah suci Al-Quds, Palestina. Di antaranya ada Sa’ad bin Abi waqqas (panglima perang Qodisiyyah), Umar bin Khattab, Shalahuddin Al-Ayyubi, Syaikh Musa, Muhammad Al-Qarafi, Syaikh Ahmad Yasin, Izzuddin Al-Qassam dan masih banyak lagi.

Aksi Perlawanan

Pada tanggal 2 November 1917, ketika Menteri Luar Negeri Inggris Balfour membuat deklarasi berisi dukungan pendirian rumah nasional untuk orang Yahudi di tanah Palestina. Surat sepihak tanpa adanya konfirmasi dengan pihak Palestina, yang sangat dirugikan.

Sejak itu pula aksi perlawanan bermula. Bahkan terkini aksi-aksi perlawanan, bentrokan demi bentrokan, terjadi di kota-kota utama Palestina. Sebutlah di pusat kota Hebron, Beit Umar hingga kota tua Yerusalem.

Pendudukan pun hingga saat ini masih menguasai Masjidil Aqsa. Mereka mengklaim bahwa wilayah itu adalah tanah yang dijanjikan Tuhan mereka (The Promissed Land). Tepat di bawah Masjidil Aqsa itulah, mereka klaim ada Kuil Solomon, ritual peribadatan mereka,

Namun yang pasti, aksi-aksi perlwanan tidak akan pernah berhenti. Sebagian pemuka Yahudi itu pun menyakini bahwa pada suatu hari nanti mereka akan dikalahkan oleh pasukan Islam. Mereka diam-diam juga menyakini hadits Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bahwa Al-Aqsa kelak akan kembali ke pangkuan kaum Muslimin.

Ini seperti disebutkan di dalam hadits dari Auf bin Malik, ia berkata:

أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ وَهُوَ فِي قُبَّةٍ مِنْ أَدَمٍ فَقَالَ اعْدُدْ سِتًّا بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ مَوْتِي ثُمَّ فَتْحُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ ثُمَّ مُوْتَانٌ يَأْخُذُ فِيكُمْ كَقُعَاصِ الْغَنَمِ ثُمَّ اسْتِفَاضَةُ الْمَالِ حَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ مِائَةَ دِينَارٍ فَيَظَلُّ سَاخِطًا ثُمَّ فِتْنَةٌ لَا يَبْقَى بَيْتٌ مِنْ الْعَرَبِ إِلَّا دَخَلَتْهُ ثُمَّ هُدْنَةٌ تَكُونُ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ بَنِي الْأَصْفَرِ فَيَغْدِرُونَ فَيَأْتُونَكُمْ تَحْتَ ثَمَانِينَ غَايَةً تَحْتَ كُلِّ غَايَةٍ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا

Artinya : “Aku menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ketika terjadi Perang Tabuk saat sedang berada di tenda terbuat dari kulit yang disamak. Nabi bersabda, “Hitunglah enam perkara yang akan timbul menjelang hari Kiamat. Kematianku, dibebaskannya Baitul Maqdis, kematian yang menyerang kalian bagaikan penyakit yang menyerang kambing sehingga mati seketika, melimpahnya harta hingga ada seseorang yang diberi seratus dinar namun masih marah (merasa kurang), timbulnya fitnah sehingga tidak ada satu pun rumah orang Arab melainkan akan dimasukinya, dan perjanjian antara kalian dengan bangsa Bani Al-Ashfar (Eropa), lalu mereka mengkhianati perjanjian kemudian mereka mengepung kalian di bawah delapan bendera (panji-panji) perang yang pada setiap bendera terdiri dari dua belas ribu personil.” (HR Bukhari).

Maka, dengan berbagai macam cara kita harus melanjutkan perjuangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan perjuangan Shalahuddin Al-Ayyubi yang telah membebaskan Palestina.

Kita juga harus meneruskan jihadnya pemuda-pemudi Palestina yang rela menukar nyawa demi mempertahankan tanah sucinya. Begitu pula para orang tua yang terus memberikan dorongan motivasi anak-anaknya untuk ikut terjun ke medan perang. Kita pun yang jauh dari negeri tersebut, terus melakukan aksi pawai damai demi pembebasan Masjidil Aqsha dan kemerdekaan Palestina.

Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, para sahabat telah berperang melawan musuh-musuhnya dengan perbandingan 1:10. Pasukan Shalahuddin Al-Ayyubi juga telah berjuang membebaskan Al-Quds tanpa balas dendam pertumpahan darah. Demikian pula pasukan Muhammad Al-Fatih dalam membebaskan Konstantinopel dengan strategi satu komando.

Mengapa hal itu bisa terjadi? Ya karena mereka meyakini firman Allah dalam surah Al-Anfal ayat 65:

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَى الْقِتَالِۗ اِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ عِشْرُوْنَ صَابِرُوْنَ يَغْلِبُوْا مِائَتَيْنِۚ وَاِنْ يَّكُنْ مِّنْكُمْ مِّائَةٌ يَّغْلِبُوْٓا اَلْفًا مِّنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ

Artinya : “Wahai Nabi (Muhammad)! Kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan seribu orang kafir, karena orang-orang kafir itu adalah kaum yang tidak mengerti.”

Marilah kita terus berjuang dalam membebaskan Masjidil Aqsa dan untuk kemerdekaan Palestina dengan bersama-sama, berjuang bersatu, berjuang berjama’ah, kalahkan penjajah Zionis Yahudi. Allahu Akbar ! Al-Aqsha Haqquna !! (A/Nib/RS2)

Penulis, adalah Juara I Lomba Menulis Artikel tingkat Nasional tentang Palestina Kategori Pelajar SMA/Sederajat, Aqsa Working Group (AWG) November 2022.

Mi’raj News Agency (MINA)