Pandemi Covid-19, IKAPI Perjuangkan IIBF Online

Jakarta, MINA – Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI)  selama pandemi Covid-19 ini memperjuangkan diselenggarakannya Indonesia International Book Fair (IIBF) online sebagai pelengkap maupun substitusi IIBF 2020, mengingat Covid-19 dan dampak ekonominya terhadap penerbit belum dapat dipastikan kapan akan berakhir. 

“Ikapi berharap mendapat dukungan dari pemerintah untuk pembangunan infrastruktur supaya IIBF online dapat dilaksanakan berkesinambungan,” kata Ketua Umum IKAPI Rosidayanti Rozalina dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Sabtu (16/5).

Menurutnya, mengingat upaya tersebut membutuhkan waktu dan dana yang tidak sedikit, tidak tertutup kemungkinan penyelenggaraannya nanti akan bekerja sama dengan marketplace atau toko buku online.

“Dukungan pemerintah merupakan salah satu pendorong bagi industri penerbitan untuk dapat bertahan hidup, oleh karena itu pemerintah diharapkan mendukung penyelenggaraan pameran internasional dan pameran daerah secara berkesinambungan,” ujarnya.

Selain itu dukungan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perbukuan perlu terus ditingkatkan melalui pelatihan dan sertifikasi agar dapat dihasilkan kualitas buku yang lebih baik untuk meningkatkan literasi masyarakat.

“Untuk menciptakan ekosistem dan iklim perbukuan yang lebih sehat, IKAPI berharap pemerintah bisa membantu penerbit memberantas pembajakan melalui penegakan hukum, kampanye sadar hak cipta kepada masyarakat, dan penyusunan regulasi yang diperlukan mengingat pesatnya perubahan teknologi informasi,” harapnya.

Selain itu, IKAPI berharap mendapatkan dukungan data/riset perbukuan. Dalam mendukung buku Indonesia di kancah internasional, pemerintah bisa memfasilitasi kehadiran penerbit internasional di event dalam negeri seperti IIBF sambil tetap mendukung kehadiran Indonesia di event internasional serta memberi insentif dana penerjemahan seperti yang banyak dilakukan negara-negara lain. 

“Kami juga berharap pemerintah bisa mengendalikan harga dan ketersediaan bahan baku kertas sebagai bahan baku buku cetak,” ujar Rosidayati. (R/Putri/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)