Parlemen di Libya Timur Tolak Kudeta Haftar

Tripoli
Perayaan 9 tahun revolusi Libya di Lapangan Martir, Tripoli, 17 Februari 2020. (Foto: Hazem Turkia/AA)

Tobruk, MINA – Anggota parlemen yang berbasis di Libya Timur pada hari Senin (25/5) menolak percobaan kudeta oleh panglima perang Khalifa Haftar.

Ini muncul dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh 11 anggota terkemuka dari parlemen yang berbasis di Tobruk.

Mereka menekankan dukungan terhadap prakarsa perdamaian yang diusulkan oleh Ketua Parlemen Aguila Saleh, demikian dikutip dari MEMO.

Parlemen “sepenuhnya mendukung inisiatif Saleh sebagai solusi politik akhir untuk krisis Libya.”

Khususnya, parlemen saat ini mengadakan sesi dengan hanya seperlima dari 200 anggota parlemen.

Para pembuat undang-undang meminta semua pihak untuk menerima inisiatif tersebut, dengan menyatakan bahwa inisiatif itu terdiri dari “mekanisme seleksi dan pengambilan keputusan, distribusi kekayaan yang adil antardaerah dan penunjukan komite ahli yang baru untuk mengembangkan konstitusi konsensual.”

Menyusul penggulingan mendiang penguasa Muammar Gaddafi pada 2011, pemerintah Libya didirikan pada 2015 di bawah kesepakatan politik yang dipimpin PBB.

Namun, sejak April 2019, pemerintah di Tripoli telah diserang oleh pasukan Haftar yang berbasis di Libya timur. Lebih dari 1.000 orang tewas dalam kekerasan tersebut.

Dengan kekalahan terus-menerus Haftar di medan perang melawan pasukan pemerintah Libya, Saleh mengumumkan pada akhir April proposal untuk mencapai solusi politik.

Setelah usul itu, Haftar mendeklarasikan dirinya sebagai penguasa tunggal Libya, membatalkan perjanjian Skhirat yang ditengahi PBB yang ditandatangani pada 2015 antara pihak-pihak yang bertikai di Libya, satu langkah yang dikutuk oleh aktor internasional dan sekutu regional.

Haftar, bagaimanapun, tidak dapat menggulingkan Dewan Perwakilan yang berbasis di Tobruk dan ketuanya Saleh saat ia menikmati dukungan suku utama di Libya Timur. (T/RI-1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)