Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pascabanjir Aceh, 98 Persen Masjid dan Mushala Kembali Digunakan

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 8 Februari 2026 - 01:49 WIB

Ahad, 8 Februari 2026 - 01:49 WIB

20 Views

relawan UAR yang telah membantu pasca bencana banjir aceh (foto : MINA)

Banda Aceh, MINA — Kementerian Agama Provinsi Aceh melaporkan bahwa sekitar 98 persen masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor di berbagai wilayah Aceh telah kembali digunakan oleh masyarakat, meskipun sebagian besar masih beroperasi dalam kondisi darurat pascabencana.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhari, mengatakan bahwa berdasarkan data yang telah diverifikasi, sebanyak 725 dari total 737 rumah ibadah terdampak telah kembali difungsikan.

“Dari data yang kami miliki, sekitar 98 persen masjid dan musala yang terdampak banjir dan longsor telah kembali berfungsi, meskipun masih dalam kondisi darurat,” ujar Azhari, demikian yang dikutip MINA, Sabtu (7/2).

Ia menjelaskan bahwa 12 rumah ibadah lainnya belum dapat digunakan karena mengalami kerusakan berat atau hilang terbawa arus banjir dan longsor di sejumlah kabupaten dan kota.

Baca Juga: Anies Baswedan Desak Indonesia Keluar dari BoP Bentukan Trump

Menurut Azhari, rumah ibadah yang belum dapat difungsikan antara lain Musala Baitul Banian di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, serta Masjid At Taqarrub di Desa Riseh Teungoh, Kabupaten Aceh Utara, yang hanyut akibat derasnya arus banjir. Selain itu, sejumlah masjid dan musala di Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues juga masih belum dapat digunakan akibat dampak banjir dan longsor.

Ia menambahkan bahwa pemulihan fungsi masjid dan musala tersebut tidak terlepas dari semangat gotong royong antara aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Agama, masyarakat setempat, serta dukungan dari berbagai pihak.

“Masyarakat bersama ASN Kemenag turun langsung melakukan pembersihan masjid dan musala. Bahkan, di beberapa lokasi terdapat dukungan alat berat dari pihak lain, sementara kami menyiapkan kebutuhan bahan bakarnya,” katanya.

Selain kerja bakti, Kementerian Agama juga menyalurkan berbagai bantuan untuk mendukung kembali aktivitas ibadah di rumah ibadah terdampak. Bantuan tersebut meliputi Al-Quran, sajadah, peralatan kebersihan, serta dukungan penggunaan alat berat untuk membersihkan lumpur sisa banjir di lingkungan masjid dan musala.

Baca Juga: Harga Jual Emas Hari Ini, Jumat 6 Maret 2026

Azhari menyampaikan bahwa masjid dan musala yang mengalami kerusakan ringan hingga berat, kecuali yang hilang, akan mendapatkan bantuan renovasi dari Kementerian Agama yang saat ini masih dalam proses administrasi. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti pengadaan pompa air, generator listrik, tikar salat, dan sarana pendukung lainnya.

Ia berharap proses pemulihan rumah ibadah dapat segera diselesaikan agar masyarakat dapat kembali beribadah dengan aman dan nyaman, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kami berharap seluruh masjid dan musala yang terdampak dapat kembali bersih dan berfungsi secara optimal untuk melayani kebutuhan ibadah masyarakat, khususnya menjelang Ramadhan,” pungkasnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: [Bedah Berita MINA] Serangan Gabungan AS–Israel ke Iran, Apa Dampaknya?

Rekomendasi untuk Anda