Paus Minta Maaf Atas Pelecehan Katolik terhadap Masyarakat Adat Kanada

Paus Francis menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat adat Kanda di bekas sekolah perumahan Ermineskin di Maskwacis di Alberta, Kanada, Senin, 25 Juli 2022. (Anadolu)

Paus Fransiskus mengeluarkan permintaan maaf yang telah lama ditunggu-tunggu dan bersejarah kepada masyarakat adat Kanada, atas kerusakan yang dilakukan Gereja Katolik terhadap mereka di sekolah-sekolah perumahan Kanada.

“Saya meminta (untuk) pengampunan,” kata Paus, Senin (25/7). “Saya sangat menyesal.”

Diakutip dari Anadolu Agency, Francis diapit oleh kepala suku yang mewakili ketiga kelompok Pribumi – Metis, Inuit dan First Nations – saat ia menyampaikan permintaan maaf di bekas sekolah perumahan Ermineskin di Maskwacis di Alberta, Kanada.

Fransiskus sedang dalam “ziarah tobat” enam hari untuk mengungkapkan kesedihannya atas pelecehan yang dilakukan oleh para pendeta dan biarawati terhadap tiga suku Pribumi di negara itu.

Sekitar 150.000 anak-anak Pribumi dipaksa bersekolah, kadang-kadang membuat keluarga tercerai-berai.

Tujuan Sekolah Perumahan Indian Kanada adalah untuk menghapus budaya Pribumi dan menggantinya dengan budaya “putih”. Yang pertama dari 139 sekolah dibuka pada tahun 1820-an dan yang terakhir ditutup pada 1990-an.

Penyelidikan tahun 2019 menyebut apa yang terjadi di sekolah-sekolah itu disebut “genosida,” sebagaimana diakui oleh Perdana Menteri Justin Trudeau tahun lalu, dengan 4.300-6.000 anak meninggal karena penyakit dan pelecehan seksual, fisik, dan psikologis.

Fransiskus sebelumnya meminta maaf di Vatikan atas kerusakan mengerikan yang dilakukan oleh para pendeta dan biarawati, karena gereja mengelola sekitar 60% sekolah.

Tetapi Trudeau dan banyak anggota Pribumi, penyintas, dan keluarga mereka meminta Paus menyampaikan permintaan maaf di tanah Kanada, tempat kekejaman itu terjadi.

Francis tiba pada hari Ahad (24/7) dalam kunjungan enam hari untuk melakukan hal itu.

“Saudara dan saudari Kanada yang terkasih,” tweet Paus sebelum keberangkatannya dari Roma pada hari Ahad.

“Saya datang di antara Anda untuk bertemu dengan masyarakat adat. Saya berharap, dengan rahmat Tuhan, bahwa ziarah tobat saya dapat berkontribusi pada perjalanan rekonsiliasi yang telah dilakukan. Tolong temani saya dengan doa,” tulisnya.

Agenda Paus penuh selama kunjungan enam harinya, termasuk pemberhentian di Edmonton, Alberta, Quebec, dan Inuit di ujung utara Kanada sebelum kembali ke Roma. (T/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)