Gaza, MINA – PBB pada Jumat (7/8) menyatakan arus pasokan bantuan ke Jalur Gaza meningkat pada bulan Juli, namun memperingatkan bahwa pembatasan ketat masih diberlakukan sementara kebutuhan kemanusiaan di wilayah kantong tersebut tetap “sangat besar.”
“Data yang dikumpulkan melalui Mekanisme PBB 2720 menunjukkan peningkatan 33% dalam volume pasokan yang berhasil kami dan mitra kami bawa masuk ke Gaza pada bulan Juli dibandingkan bulan Juni. Jumlah itu setara dengan lebih dari 55.000 palet bantuan atau sekitar 35.000 metrik ton maupun 2.600 muatan truk, yang membawa kami lebih dekat ke tingkat pasokan yang tercatat sebelum eskalasi regional dimulai pada akhir Februari,” ujar Wakil Juru Bicara Farhan Haq kepada wartawan. MEMO melpaorkan.
“Sekitar 60% dari pasokan tersebut berupa makanan, diikuti oleh pasokan dalam jumlah lebih kecil yang mencakup perlengkapan hunian, air, sanitasi, kebersihan, dan kesehatan,” kata Haq.
“Meski demikian, mitra kemanusiaan kami memperingatkan bahwa masih ada pembatasan terhadap jenis pasokan yang diizinkan masuk ke Gaza,” tambahnya.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
Ia juga menyoroti situasi kemanusiaan di Tepi Barat yang diduduki, di mana PBB dan mitra kemanusiaan mengunjungi Kamp Qalandia di Yerusalem setelah operasi militer Israel selama dua hari.
“Tim kami menemukan kerusakan luas pada rumah dan tempat usaha; puluhan keluarga melaporkan kerusakan pada pintu, jendela, dan perabotan setelah pasukan Israel berada di dalam rumah mereka. Banyak yang melaporkan kerugian finansial yang signifikan,” kata Haq.
Sejak Israel melancarkan perang genosida terhadap Jalur Gaza pada Oktober 2023, tentara dan pihak pendudukan Israel telah meningkatkan serangan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki, menewaskan sedikitnya 1.182 warga Palestina, melukai sekitar 13.000 orang, dan menangkap hampir 25.000 orang, menurut data resmi Palestina. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
















Mina Indonesia
Mina Arabic