Ramallah, MINA – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Selasa (27/10) menyatakan keprihatinan yang mendalam atas situasi yang terjadi di Hebron.
Roland Friedrich, Direktur Urusan UNRWA untuk Tepi Barat mengatakan melalui X, selama hampir sepekan, penduduk Hebron, kota terbesar di Tepi Barat yang diduduki, hidup dalam kondisi keamanan yang melumpuhkan yang diberlakukan oleh pasukan pendudukan Israel sejak tanggal 23 Oktober, demikian dikutip dari Wafa.
“Lebih dari 3.000 warga Palestina dilaporkan terpaksa mengungsi dari rumah mereka sebagai bagian dari operasi pasukan keamanan Israel berskala besar yang juga menyebabkan pembongkaran besar-besaran rumah dan properti pribadi,” ujarnya.
“Penguncian yang hampir total di sebagian besar wilayah Hebron telah sangat membatasi kebebasan bergerak penduduk dan kemampuan mereka untuk mengakses layanan penting,”tambahnya.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Friedrich mencatat bahwa perkembangan ini membawa dampak yang mengkhawatirkan dari pengungsian besar-besaran yang terjadi di wilayah utara Tepi Barat yang diduduki pada awal tahun 2025, di mana lebih dari 34.000 pengungsi Palestina dari kamp Jenin, Tulkarem dan Nur Shams masih menjadi pengungsi paksa selama setahun kemudian.
Ia menekankan bahwa segala bentuk hukuman kolektif bertentangan dengan hukum internasional, dan bahwa semua orang yang terpaksa mengungsi harus diizinkan untuk kembali, dengan tetap menghormati martabat dan hak-hak mereka berdasarkan hukum internasional, sambil melindungi akses mereka terhadap layanan-layanan penting.
Dia menunjukkan bahwa UNRWA bekerja sama dengan mitra kemanusiaan lainnya dan Otoritas Palestina untuk memobilisasi dengan Kegubernuran dan Kotamadya Hebron untuk menanggapi kebutuhan mendesak di lapangan, mendistribusikan bantuan darurat, termasuk selimut, kasur dan bantal, kepada keluarga yang terkena dampak.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic