PBB Desak Pengendalian Situasi di Tengah Konflik AS-Iran

Washington, MINA – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres Senin (6/1) mendesak para pemimpin dunia untuk melakukan pengendalian maksimal di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang mencapai puncaknya akibat pembunuhan Qasem Soleimani.

“Pihaknya telah mengawasi peningkatan ketegangan global baru-baru ini dengan rasa keprihatinan sangat besar,” kata Guterres kepada wartawan dimarkas besar PBB, New York.

Ia juga mengatakan, hubungan dengan para pemimpin global terus-menerus dilakukan ketika ketegangan meningkat.

“Pesan saya sederhana dan jelas; hentikan eskalasi, lakukan pengendalian maksimal, mulai kembali dialog, perbarui kerja sama internasional,” tegas Guteres, demikian Anadolu Agency melaporkan.

Guteres mengimbau semua pihak untuk tidak melupakan penderitaan manusia yang mengerikan akibat perang.

“Banyak orang yang tidak berdosa menjadi korban. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menghindarinya,” ujar Guteres.

Guterres tidak secara eksplisit menyebut AS atau Iran selama sambutan singkatnya, tetapi ketegangan bilateral itu menjadi sorotan global setelah kematian Qasem Soleimani yang tewas dalam serangan udara AS pekan lalu.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei yang menganugerahkan gelar kehormatan kepada Soleimani tahun lalu, bersumpah akan melakukan pembalasan kejam dalam menanggapi pembunuhan sang jenderal. (T/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA