New York, MINA – Ramiz Alakbarov, Wakil Koordinator Khusus untuk Proses Perdamaian Timur Tengah dan Koordinator Tetap dan Kemanusiaan PBB, menekankan bahwa “Gaza masih menghadapi ketidakpastian yang mendalam dan penderitaan manusia yang luar biasa.”
Dilansir dari WAFA, Alakbarov memberikan pengarahan kepada Dewan yang beranggotakan 15 orang pada Senin (29/6), menyampaikan pembaruan kepada Dewan Keamanan PBB tentang implementasi resolusi 2334 mengenai kegiatan permukiman di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.
Ia juga memfokuskan sebagian besar pengarahannya pada implementasi resolusi 2803 (2025), di mana Dewan Keamanan mendukung Rencana Perdamaian Komprehensif yang difasilitasi Amerika Serikat di Gaza pada Oktober 2025 dan mengizinkan pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
“Kebutuhan, kekhawatiran, dan aspirasi yang sah dari rakyat Gaza harus ditangani melalui implementasi penuh [resolusi tersebut],” tegas Wakil Koordinator Khusus. “Sebaliknya, situasi di Gaza dan Tepi Barat tetap tidak stabil.”
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
Ia mengatakan bahwa serangan udara dan operasi militer Israel terus berlanjut di Gaza, mengakibatkan lebih banyak korban jiwa. Total korban tewas sejak gencatan senjata menjadi lebih dari 1.000, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Sementara itu, katanya, pasukan Israel terus memperluas kendali teritorial mereka, kini menguasai sekitar 70 persen Jalur Gaza. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic