Pelaku Bisnis Bosnia Gencar Sertifikasi Halal

Zagreb, 13 Rabi’ul Awwal 1438/13 Desember 2016 (MINA) – Pelaku bisnis perhotelan, produsen makanan dan industri perbankan Bosnia kini sedang berlomba-lomba menerapkan standar halal untuk memanfaatkan pasar yang berkembang pesat dari mayoritas penduduk Muslim di negara itu, seiring masuknya wisatawan negara-negara Teluk dan pertumbuhan perdagangan dengan Timur Tengah.

Bosnia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di Eropa, pecahan dari negara Yugoslavia . Kedatangan para pejuang Arab selama perang 1992-95 dan masuknya dana investasi Saudi telah memacu kebangkitan Islam di Negara itu.

Dengan lebih dari setengah total penduduk negara itu adalah Muslim, Bosnia telah menjadi pusat regional produk halal karena telah mendirikan lembaga pertama di Eropa untuk sertifikasi mutu halal pada 2006.

“Potensi pasar tinggi karena fenomena ini baru dan ada kesenjangan antara permintaan dan penawaran,” kata Kepala Dinas Amir Sakic, menambahkan pasar halal di negara-negara Semenanjung Balkan telah tumbuh sekitar 17 persen setiap tahun selama dekade terakhir, pers melaporkan yang dikutip MINA, Selasa.

Badan ini telah mensertifikasi ribuan produk dari Bosnia, dan negara-negara tetangga pecahan Yugoslavia lainnya yakni Serbia, Montenegro dan Lithuania serta membantu Kroasia, Serbia dan Macedonia untuk membangun lembaga kualitas halal mereka sendiri.

Pasar halal itu bernilai lebih dari AS $ 1 triliun pada 2015 dan tumbuh sekitar 15 persen per tahun, demikian laporan Deloitte Tohmatsu Consulting.

Sertifikasi halal menegaskan bahwa produk yang diproduksi sesuai dengan hukum Syariah Islam. Tidak saja yang mengandung babi, alkohol atau darah, namun harus dipastikan pabrik bebas dari risiko kontaminasi, termasuk dari pembersihan.

“Pada Klas, semua produk adalah halal,” kata Vasvija Poljo, manajer mutu pada produsen makanan berbasis di Sarajevo, Klas, menjelaskan bahwa konsumen sering bingung pada produk halal dengan produk yang tidak mengandung babi namun haram.

“Ini jauh lebih dari itu – [Sertifikasi Halal] mensyaratkan bahwa semua bahan baku juga harus dibersihkan dari pestisida, logam berat, GMO, antibiotik dan elemen lain yang memiliki efek negatif pada kesehatan kita,” ujarnya.

Bank International Bosna (BBI) milik Negara-negara Teluk, satu-satunya bank Bosnia yang beroperasi pada prinsip-prinsip syariah, membantu ekspor dengan portofolio proyek halal senilai 300 juta Dolar AS.

“Industri halal adalah koridor menuju dunia Islam karena investasi terbesar hari ini datang dari bagian dunia ini,” kata Amer Bukvic, direktur BBI, yang bersama-sama dengan Bursa Efek Sarajevo (SASE) meluncurkan indeks saham Islam bagi perusahaan yang terdaftar di Balkan, Oktober lalu.

Investor dari Negara-negara Teluk telah membeli sejumlah besar kawasan pertanian dan perusahaan makanan di Serbia dan Bosnia untuk membantu mengatasi kelemahan dalam rantai pasokan bahan halal.

“Hal pertama investor dari dunia Arab yang dilihat adalah adanya sertifikat halal,” kata Saljo Mrkulic, sebagai pemilik dari dua hotel besar di Sarajevo.

“Sangat mahal untuk mempertahankan sertifikat [halal] – makanan organik lebih mahal – tetapi pada akhirnya Anda akan mendapatkan lebih banyak tamu,” ujarnya. (T/R05/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)