PEMAIN ALJAZAIR BEBAS PUASA SAAT LAWAN JERMAN

Pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic memberi pengarahan anak asuhnya (Gambar: Spekta News)
Pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic memberi pengarahan anak asuhnya (Gambar: Spekta News)

Porto Alegre, Brazil, 2 Ramadhan 1435/30 Juni 2014 (MINA) – Pelatih Aljazair Vahid Halilhodzic pada Ahad (29/6), menyatakan bahwa ia memberi pemainnya kebebasan untuk berpuasa dalam laga melawan Jerman, Senin (30/6).

“Saya selalu memungkinkan pemain untuk membuat keputusan mereka sendiri,” kata Halilhodzic kepada wartawan, Ahad di Porto Alegre, Brasil.

Namun pertanyaan berulang wartawan tentang Ramadhan para pemain Aljazair, membuat pelatih kelahiran Bosnia itu agak gusar, Modern Ghana memberitakan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Pelatih 61 tahun itu gusar dengan kritik dari pers Aljazair yang memberi kesan bahwa ia telah menyarankan pemainnya untuk tidak mengikuti Ramadhan.

Wartawan telah berulang kali menanyakan “apakah pemainnya memelihara Ramadhannya pada malam mereka bertanding melawan Jerman di Piala Dunia”.

Jerman akan menghadapi Aljazair di Porto Alegre di pertandingan 16 besar.

“Berhentilah bertanya padaku tentang Ramadan atau aku akan berdiri dan pergi,” gerutu Halilhodzic. “Ini bukan pertama kalinya saya melatih tim dengan Muslim, saya sendiri seorang Muslim.”

“Sayangnya, saya telah membaca beberapa surat kabar, dan orang tertentu, yang terus menodai citra saya dan mempertanyakan kehormatan dan integritas saya,” katanya.

Laga melawan Jerman telah menarik banyak pertanyaan tentang sejarah ‘Shame of Gijon‘ yang tetap menjadi kenangan duka di Aljazair.

Meskipun mengalahkan Jerman Barat 2-1 di pertandingan grup mereka, Aljazair tersingkir dari Piala Dunia 1982 setelah Jerman menang 1-0 atas Austria di Gijon.

“Tidak ada yang melupakan apa yang terjadi pada tahun 1982, para pemain akan termotivasi untuk membalas dendam mereka, tapi orang Jerman juga akan melakukan segalanya untuk sampai ke perempat final,” kata Halilhodzic.

“Kami akan mempersiapkan ini seolah-olah itu adalah pertandingan paling penting dalam karir kami,” tambahnya. (T/P09/R1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0