Jakarta, MINA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh agar dapat segera ditempati sebelum bulan suci Ramadhan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, pembangunan huntara terus dikebut sembari pemerintah menyediakan pengungsian terpadu bagi warga yang saat ini masih berada di lokasi-lokasi pengungsian.
“Pembangunan hunian sementara terus berjalan. Sambil menunggu rampung, kami bersama Kementerian Sosial, TNI, dan Polri membangun pengungsian terpadu di beberapa wilayah terdampak,” ujar Abdul Muhari di Jakarta, Rabu (24/12).
Ia menjelaskan, pengungsian terpadu tersebut dibangun di sejumlah kabupaten, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Fasilitas yang disiapkan meliputi layanan kesehatan, layanan psikososial, hingga dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas bencana.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Menurut Abdul Muhari, target penyelesaian huntara ditetapkan sebelum pertengahan Februari 2026 atau menjelang awal Ramadhan, sehingga warga dapat menjalani ibadah dengan lebih aman dan layak.
Selain huntara, BNPB juga mempersiapkan pembangunan hunian tetap di beberapa daerah terdampak.
Ia menambahkan, pembangunan huntara dan hunian tetap difokuskan di sejumlah kabupaten/kota, yakni Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Gayo Lues, dan Kabupaten Pidie. Upaya ini dibarengi dengan pembersihan wilayah terdampak bencana secara intensif.
“Personel gabungan dari TNI dan Polri dikerahkan secara maksimal. Di beberapa titik bahkan bekerja hingga 18 sampai 20 jam per hari untuk mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
BNPB juga memastikan bantuan bagi warga terdampak bencana terus disalurkan secara berkelanjutan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 473.288 jiwa masih mengungsi di berbagai wilayah Aceh.
“Kebutuhan pangan dan nonpangan terus kami dukung, baik bagi warga yang masih berada di pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah atau tinggal sementara di rumah kerabat,” ujar Abdul Muhari.
Ia menyebutkan, setiap hari sekitar 100 ton bantuan logistik dikirim dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju wilayah terdampak di Aceh. Hingga 22 Desember 2025, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 1.266 ton, dengan sekitar 100 ton disiapkan sebagai stok penyangga.
Abdul Muhari turut mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam membantu korban bencana. Menurutnya, dukungan berbagai elemen masyarakat sangat berarti dalam mempercepat penanganan darurat dan pemulihan pascabencana di Aceh.
“Partisipasi dan solidaritas masyarakat sangat luar biasa. Kami menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan dan donasi yang diberikan untuk saudara-saudara kita di Aceh,” katanya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
















Mina Indonesia
Mina Arabic