Jakarta, MINA — Pemerintah Indonesia memproyeksikan produksi beras nasional meningkat sebesar 4,1 juta ton pada akhir 2025, sekaligus memastikan negara tidak melakukan impor beras sepanjang tahun ini.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa proyeksi produksi mencapai sekitar 34,77 juta ton beras pada tahun ini, naik dibanding tahun sebelumnya.
Menurut Amran, kebijakan pemerintah di sektor pertanian—meliputi penguatan petani, percepatan tanam, dan optimalisasi lahan—menjadi faktor kunci dalam peningkatan produksi.
Selain itu, stok cadangan beras pemerintah (CBP) juga diproyeksikan melampaui 3 juta ton hingga akhir tahun—angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Baca Juga: Taiwan Technical Mission Rayakan 49 Tahun Kerja Sama Pertanian Taiwan–Indonesia
Pihak Bapanas dan mitra terkait melakukan pengawasan ketat melalui operasi pasar dan pengendalian harga beras di lebih dari 5.000 titik di 38 provinsi hingga awal November, guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.
Peningkatan produksi beras ini terjadi dalam konteks global yang diwarnai krisis pangan dan rantai pasok terganggu. Bagi Indonesia, capaian ini menjadi tonggak penting menuju kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Pemerintah juga sebelumnya menetapkan target swasembada beras dalam jangka menengah, melalui sinergi antara kebijakan nasional, petani, dan penguatan cadangan strategis. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: BAZNAS Dorong Keberlanjutan Transformasi Digital dalam Pengelolaan Zakat Nasional
















Mina Indonesia
Mina Arabic