Pemkab Banyuwangi Gandeng IAIN dan UHN Program Beasiswa Studi Agama

Banyuwangi, MINA – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam pelaksanaan program beasiswa studi agama, menggandeng Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember bersama Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Pemkab Banyuwangi memberikan beasiswa kepada pelajar asal Banyuwangi untuk melanjutkan pendidikan sarjana (S1) dalam program beasiswa studi semua agama, demikian keterangan yang diterima MINA, Senin (3/5).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatangaan Nota Kesepahaman antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dengan Rektor IAIN Jember Babun Suharto dan Wakil Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, I Made Surada di Kantor Bupati Banyuwangi.

Rektor IAIN Jember Babun Suharto menyambut baik inisiasi dari Pemkab Banyuwangi dan menyatakan kesiapannya dalam rangka berkontribusi meningkatkan kualitas sumber daya manusia anak-anak muda Banyuwangi.

Ia melanjutkan, IAIN Jember merupakan perguruan tinggi keagamaan yang menjadikan moderasi beragama sebagai basis utama pengejewantahan dalam iklim akademik yang toleran, terbuka, dan menghargai pendapat yang berbeda.

“Sebagaimana kita ketahui, Kementerian Agama saat ini menempatkan penguatan moderasi beragama sebagai kata kunci. Maka, pada tataran implementasinya di perguruan tinggi, termasuk di IAIN Jember, moderasi beragama menjadi konstruk pengembangan keilmuan, juga sebagai strategi penguatan intelektualisme moderat agar tidak mudah menyalahkan pendapat yang berbeda. Perguruan tinggi menjadi laboratorium pluralisme dan toleransi,” katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengungkapkan, Pemkab Banyuwangi menggandeng kampus keagamaan negeri dari berbagai agama untuk pemberian program beasiswa strata 1 (S1) bagi anak muda Banyuwangi yang ingin memperdalam ilmu agama.

“Mengawali program ini, kami bekerja sama dengan IAIN Jember dan Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Ke depan, kami akan lanjutkan dengan Institut/Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri, Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri, Sekolah Tinggi Agama Buddha, Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia,” ujarnya.

“Ini adalah perhatian kepada anak-anak muda agar belajar ilmu agama sesuai keyakinannya masing-masing. Yang anak muda Islam ya belajar di IAIN Jember yang sebentar lagi jadi UIN Kyai Haji Achmad Siddiq (KHAS), yang Hindu ya belajar di Universitas Negeri Hindu, dan seterusnya. Tentu ini juga bentuk komitmen bahwa kepemimpinan kami adalah kepemimpinan terbuka, kepemimpinan yang menjaga teguh kebhinnekaan,” ujarnya.

Bupati Banyuwangi juga menyebutkan,  beasiswa studi keagamaan ini juga dilengkapi dengan berbagai pendidikan kebangsaan melalui workshop dan outbond, sekaligus sebagai upaya untuk mencegah penyebaran radikalisme. Hal ini dilakukan agar ke depan tumbuh generasi muda berkarakter yang teguh menjalankan agama sekaligus mencintai Indonesia. (R/SH/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)