Pemprov Lampung Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Lewat Pengembangan Literasi

Bandar Lampung, MINA – Perpustakaan Nasional dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Lampung menggelar stakeholder meeting transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Acara yang digelar Selasa-Rabu, (10-11/9) ini bertajuk literasi untuk kesejahteraan. Demikian rilis yang diterima MINA, Selasa, (10/9).

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Provinsi Lampung, Koimah Indraguru, mengatakan, stakeholder meeting transformasi perpustakaan adalah kegiatan mempertemukan stakeholder di tingkat Provinsi, Kabupaten dan Swasta.

“Harapannya dengan pertemuan ini bisa saling menjalin dukungan untuk pengembangan perpustakaan dengan misi literasi untuk kesejahteraan,” ujarnya.

Secara garis besar, tujuan kegiatan ini, kata Koimah adalah untuk ikut serta membangun kesejahteraan masyarakat Lampung.

“Jadi literasi untuk kesejahteraan melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial,” harapnya.

Diharapkannya juga, kegiatan ini bisa memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Jadi melalui peningkatan kemampuan literasi dapat meningkatkan kreatifitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Lampung, Ferinia berharap mengungkapkan harapannya kegiatan ini dapat menjadi solusi kesejahteraan masyarakat Lampung melalui pengembangan literasi.

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini, terlebih kegiatan ini melibatkan beberapa unsur Pemerintah Kabupaten, Komunitas, Desa, Perguruan Tinggi dan Swasta.

Di antaranya, kata Ferinia, membangun kesadaran tentang pentingnya pengembangan perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, agar dapat membangun dukungan dan komitmen dari stakeholder untuk pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Terakhir, menyusun rencana sinergi yang berkelanjutan antar stakeholder untuk mendukung pengembangan perpustakaan,” katanya.

Untuk diketahui, bahwasannya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini adalah program dari pemerintah pusat yang turun ke daerah.

Untuk tahun 2019 ini yang bermitra adalah Kabupaten Lampung Tengah, Way Kanan, dan Tulang Bawang. Sebelumnya program ini juga telah dijalankan Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan. (R/B01/P1).

Mi’raj News Agency (MINA)