Bethlehem, MINA – Pemukim Israel menebang 120 pohon zaitun milik warga Palestina di Desa Kisan, tenggara Bethlehem, Tepi Barat yang diduduki, pada Ahad (18/10).
Pemilik lahan, Ali Mousa Abu Daya, mengatakan kepada WAFA bahwa para pemukim menyasar lahan seluas 10 dunum miliknya dan menebang seluruh 120 pohon zaitun yang tumbuh di area tersebut.
Desa Kisan berulang kali menjadi sasaran serangan pemukim Israel yang merusak tanah pertanian, pepohonan, dan ternak milik warga Palestina. Serangan tersebut mencakup penebangan dan pencabutan pohon zaitun, penggembalaan domba di lahan pertanian warga, serta penyerangan terhadap para penggembala Palestina.
Penebangan 120 pohon zaitun itu menambah daftar serangan terhadap lahan pertanian dan sumber penghidupan warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Insiden serupa dilaporkan meningkat selama musim panen zaitun.
Baca Juga: Netanyahu Tuding Islam Ekstremis Jadi Dalang Kerusuhan Prancis
Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina, pemukim melakukan 647 serangan di berbagai wilayah Tepi Barat sepanjang September. Serangan tersebut menewaskan tiga warga Palestina dan merusak ribuan pohon, termasuk pohon zaitun.
Musim panen zaitun yang berlangsung dari awal Oktober hingga akhir November merupakan salah satu periode pertanian dan ekonomi terpenting bagi masyarakat Palestina. Hasil panen menjadi sumber pendapatan bagi ribuan keluarga, sekaligus bagian dari tradisi dan identitas masyarakat yang memiliki keterikatan turun-temurun dengan tanah mereka.
Serangan selama musim panen dapat menghambat petani mengakses lahan, merusak tanaman, dan mengancam pendapatan keluarga. Penebangan pohon zaitun juga menimbulkan kerugian jangka panjang karena pohon-pohon tersebut membutuhkan waktu untuk tumbuh dan kembali menghasilkan buah.
Organisasi hak asasi manusia, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, telah mendokumentasikan kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Berbagai laporan juga menyoroti dugaan dukungan atau pembiaran oleh pasukan Israel dalam sejumlah insiden, serta persoalan pertanggungjawaban pelaku.
Baca Juga: Serangan Zionis Israel di Gaza Tewaskan Lima Warga Palestina
Serangan di Kisan terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Warga menghadapi berbagai ancaman, mulai dari kekerasan pemukim dan operasi militer Israel hingga pembatasan pergerakan yang mempersulit aktivitas sehari-hari dan pekerjaan pertanian.
Bagi masyarakat Palestina, pohon zaitun bukan sekadar komoditas ekonomi. Pohon tersebut juga menjadi simbol identitas, ketahanan, dan hubungan antargenerasi dengan tanah mereka. Karena itu, kerusakan kebun zaitun tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga pada keberlangsungan kehidupan komunitas setempat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Puluhan Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi
















Mina Indonesia
Mina Arabic