Pendidikan Antikorupsi Akan Masuk Kurikulum di Semua Jenjang

Jakarta, MINA – Wakil Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang membuka rapat kerja nasional (Rakornas) di Jakarta pada 11-12 Desember.

Rakornas itu membahas implementasi pendidikan antikorupsi pada kurikulum jenjang pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

Dalam sambutannya Saut mengingatkan, tujuan dari pendidikan antikorupsi adalah untuk membangun integritas, daya saing dan karakter anak.

“Dari KPK sikap jujur, peduli, mandiri, adil, berani, kerja keras, sederhana, disiplin, bertanggung jawab adalah sembilan nilai integritas yang akan di ajarkan di sekolah,” jelasnya.

Berbicara tentang media pembelajaran, Saut membeberkan akan menggunakan film kartun, komik, bernyanyi sebagai sarana pendidikan antikorupsi.

Rakornas Pendidikan Antikorupsi dilaksanakan sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi dengan mendorong diimplementasikannya nilai-nilai antikorupsi di setiap jenjang pendidikan.

Implementasi tersebut diwujudkan dengan lahirnya kebijakan dari setiap kementrian terkait pendidikan antikorupsi pada kurikulum pendidikan di Indonesia.

“Untuk itulah KPK tidak bisa berkerja sendiri untuk menyelesaikan banyak hal, namun harus membutuhkan kerja sama semua pihak termasuk kementrian terkait,” ungkap Saut.

Selain lahirnya kebijakan-kebijakan yang mendukung implementasi pendidikan antikorupsi, rakornas juga mendorong terciptanya tata kelola yang baik dan bersih di setiap jenjang pendidikan.

“Sebenarnya ada tiga tempat pendidikan yang penting bagi anak, yaitu pendidikan dari orang tua, lingkungan, dan sekolah, nah ini baru satu yang kita lakukan,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan Rakornas Pendidikan Antikorupsi diisi dengan acara diskusi panel upaya dan kebijakan pendidikan antikorupsi, karakter, moral serta penandatanganan implementasi pendidikan antikorupsi di setiap jenjang pendidikan oleh KPK dan kementrian terkait. (L/Sj/RI-1)


Mi’raj News Agency (MINA)