Pentingnya Aqidah yang Kuat Bagi Orang Beriman

Oleh: Insaf Muarif Gunawan, Mahasiswa STAI Al-Fatah Bogor dan Reporter MINA (Mi’raj News Agency)

 

Rasulullah Shallahu ‘Alahi Wasallam menyerukan tiap individu Muslim agar menjadi pribadi yang kuat. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits :

اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ

Artinya: “Mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih disukai Allah daripada Mukmin yang lemah, walaupun ada kebaikan pada keduanya.” (HR Muslim dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu).

Hadits ini mengandung beberapa perkara besar dan kata-kata yang memiliki arti luas. Di antaranya yaitu menetapkan adanya sifat mahabbah bagi Allâh Azza wa Jalla. Sifat ini terkait dengan orang-orang yang dicintai-Nya dan yang mencintai-Nya.

Hadits ini juga menunjukkan bahwa mahabbah Allah tergantung keinginan dan kehendak-Nya. Kecintaan Allâh kepada makhluk-Nya berbeda-beda, seperti kecintaan-Nya kepada Mukmin yang kuat lebih besar dari kecintaan-Nya kepada Mukmin yang lemah. Hadits ini juga mencakup aqidah qalbiyyah (keyakinan hati), perkataan, dan perbuatan.

Seorang Mukmin yang mempunyai pertahanan yang kuat maka akan memiliki kepribadian yang kuat juga. Maka kalau kita tidak mempunyai sistem pertahanan yang kuat, akan menjadi orang yang lemah. Ibarat orang yang akan mengikuti ke mana arah angin, ke utara ikut, ke barat ikut. Ini menandakan tidak memiliki pertahanan yang kuat dan ini juga menandakan tidak memiliki aqidah yang kuat.

Orang yang tidak mempunyai aqidah yang kuat maka akan mudah terjerembab, terjerumus kepada lembah kemaksiatan bahkan kemusyrikan Na’uzubillah min Dzalik.

Mengutip penjelasan Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur, bahwa dengan memiliki akidah yang kuat dan tidak mudah goyah, akan membuat seorang muslim terus merasakan dirinya setiap saat berada dalam pengawasan Allah SWT. Selalu mencegah dirinya untuk berbuat kemaksiatan yang dimurkai Allah dan senantiasa menjalankan segala perintah-Nya.

Seseorang muslim juga meyakini setiap amal perbuatannya akan selalu dicatat oleh Allah melalui malaikat-Nya, yang akan diperlihatkan segala catatan tersebut di hari akhirat kelak. Hal ini sebagaimana ditegaskan Allah :

وَكُلَّ إِنسَـٰنٍ أَلۡزَمۡنَـٰهُ طَـٰٓٮِٕرَهُ ۥ فِى عُنُقِهِۦ‌ۖ وَنُخۡرِجُ لَهُ ۥ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ ڪِتَـٰبً۬ا يَلۡقَٮٰهُ مَنشُورًا

Artinya: “Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya [sebagaimana tetapnya kalung] pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka.” (QS Al-Isra/17: 13).

Seperti sebuah negara yang kuat itu tentu memiliki pertahanan yang kuat juga. Seperti halnya Indonesia yang memiliki penduduk yang begitu banyak, lebih dari 270 juta jiwa, memiliki sumberdaya yang melimpah, mulai dari sumberdaya laut, darat, pepohonan, tambang emas bahkan apapun yang ingin kita cari di Indonesia tempatnya.

Sumberdaya alam yang begitu melimpah, sumberdaya manusia yang begitu banyak, kalau tidak memiliki pertahanan yang kuat maka Indonesia tidak dipandang berwibawa di mata negara lain. Kekuatan negara adalah yang utama, fundamental yang menentukan menentukan adalah sebeberapa kuat dan seberapa wibawa satu negara.

Demikian halnya, di tengah pandemi Covid-19 yang sedang melanda dunia, kita dianjurkan mempunyai pertahanan tubuh yang kuat (imunitas). Kalau imunitas kita lemah, jangankan Covid-19 yang dikenal saat ini mudah masuk ke tubuh, virus-virus lainpun mudah masuk kalau imunitas kita lemah.

Begitulah betapa pentingnya aqidah yang kuat bagi kita orang-orang beriman, sehingga dapat menjalani hidup dengan baik, selamat dan dalam ridha Allah. Aamiin. (A/R8/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)