Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyakit Mewabah di Pengungsian Korban Banjir Sumatra

Arina Islami Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 5 Desember 2025 - 22:16 WIB

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:16 WIB

5 Views ㅤ

Presiden Prabowo Subianto (ketiga kiri) didampingi Kepala BNPB Suharyanto (kiri) dan Bupati Aceh Tenggara Muhammad Salim Fakhry (kedua kiri) di posko pengungsian di Bambel Baru, Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025). [Foto: Antara]

Bandung, MINA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengungkapkan, sejumlah penyakit mulai mewabah di kalangan pengungsi korban banjir bandang dan longsor yang melanda Sumatra dalam beberapa pekan terakhir.

Temuan tersebut ia sampaikan usai memantau langsung kondisi lapangan pada Jumat (5/12).

Charles menyebut penyakit yang paling banyak ditemukan saat ini ialah diare, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan leptospirosis.

“Yang sudah ditemukan penyakit seperti, yang banyak ya, diare, ISPA, leptospirosis,” ujarnya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Ia mendesak Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan pengawasan serta memastikan layanan kesehatan benar-benar menjangkau masyarakat terdampak.

“Kami meminta Kemenkes untuk memonitor terus dan mencari apa yang dibutuhkan sehingga pelayanan kesehatan tepat sasaran dan tetap bisa diberikan kepada yang membutuhkan,” tegasnya.

Charles juga menyoroti pentingnya menjamin ketersediaan obat-obatan, termasuk bagi pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan rutin. Kondisi bencana dikhawatirkan membuat banyak pasien kehilangan akses layanan kesehatan.

“Termasuk inventori obat-obatan yang memang dibutuhkan di lapangan. Jangan sampai masyarakat yang menjalani pengobatan rutin tidak mendapatkan pelayanan sehingga kondisi mereka bisa memburuk,” katanya.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Ia mengungkapkan bahwa bencana besar tersebut menyebabkan lebih dari 15 rumah sakit di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh tidak dapat beroperasi, sehingga menghambat pelayanan kesehatan bagi para penyintas.

“Kami sudah meminta Kemenkes untuk terus memonitor. Sampai sekarang kami masih mendapatkan situation report setiap hari tentang kondisi kesehatan di lokasi bencana,” ujar Charles.

Menurutnya, jumlah pengungsi terus bertambah dan situasi kesehatan makin mengkhawatirkan.

“Baik itu pengungsi dan lain sebagainya, jumlahnya juga semakin banyak,” tambahnya.[]

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda