Depdikbud Adakan Bimbingan Literasi Digital untuk Tangkal Hoax

Jakarta, MINA – Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Kemendikbud, Hurip Danu Ismadi mengatakan bahwa literasi digital perlu dibimbing untuk menangkal hoax.

“Jangan ada digital tapi untuk hal-hal negatif, maka ini (literasi digital) perlu bimbingan. Jangan sampai kabar bohong (hoax) itu melebar ke mana-mana,” katanya Sabtu (13/4) saat acara Bimbingan Teknis Instruktur Literasi Baca Tulis Tingkat Nasional yang berlangsung sejak 8-14 April 2019 di Jakarta Pusat.

Menurutnya, jika masyarakat tidak diberi bimbingan dalam menggunakan teknologi informasi digital justru akhirnya mengarah ke hal-hal yang negatif.

“Dalam menangkal hoax, justru letaknya diliterasi digital supaya memanfaatkan fasilitas digital yang berkembang sangat pesat ini dapat mengeksplorasi ke masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan masyarakat, jangan sampai ada digital tapi kemanfaatannya untuk hal negatif,” katanya.

Menurutnya, literasi dalam membaca dan menulis berhitung di Indonesia sudah memenuhi standar, namun saat ini pemerintah sedang menggalakkan literasi digital di dalamnya ada media termasuk etika dalam menggunakan media sosial.

Terkait ini, Kemendikbud mengadakan bimbingan teknis instruktur literasi membaca dan menulis yang ikututi oleh guru dan pegiat literasi di seluruh Indonesia.

“Secara teknis literasi baca tulis nasional kita ambil 120 dari seluruh provinsi yang peserta diseleksi oleh balai bahasa di 30 provinsi yang terdiri dari guru, pegiat litarasi dan penyuluh bahasa,” jelasHurip Danu Ismadi.

Dari 120 ini nantinya akan melatih dan melakukan bimbingan ke enam regional dan tiap regional terdapat 80 peserta yang di ambil dari provinsi-privinsi di wilayah regional tersebut.

“Tujuan kegiatan ini membekali instruktur tentang kegiatan literasi, bagaiman¬† melakukan enam literasi yakni, literasi baca tulis, numerasi, sains, finansialo, kekeluargaan dan literasi digital,” tambahnya. (L/R10/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)