Persiapan PON XX dan PEPARNAS XVI Papua Capai 80 Persen

Jakarta, MINA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri membahas Persiapan Penyelanggaraan PON XX dan PEPARNAS XVI Papua Tahun 2020.

Rakor juga dihadiri oleh Menkominfo Johnny G Plate tersebut dipimpin langsung oleh Menko PMK Muhadjir Effendy.

Menurutnya, progres pembangunan venue PON Papua yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR sudah mencapai 80 persen. Selain itu, juga menyiapkan 12 bangunan dengan kapasitas 1816 orang dan ditambah lagi ada beberapa bangunan yang diusulkan oleh Kemenko PMK.

“Progres pembangunan venue PON Papua oleh Kementerian PUPR sudah mencapai 80 persen. Dan juga menyiapkan 12 bangunan dengan kapasitas 1816 orang,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima MINA, Jumat (6/2).

“Kemudian ada beberapa pembangunan yang diusulkan Kemenko PMK yaitu dua lokasi di Merauke dan satu di Jayapura. Hal ini untuk menambah tempat penampungan atau akomodasi para atlet dan para official. Sedangkan untuk konsumsi diharapkan akan lebih menonjolkan kearifan lokal atau ciri khas berbagai macam kuliner yang ada di Papua,” tambahnya.

“Kemenpora menyediakan peralatan pertandingan untuk 26 cabor. Paling lambat bulan Juli semua peralatan sudah sampai di venue masing-masing. Sedangkan peralatan 11 cabor lagi menjadi tanggung jawab PB PON untuk segera dilaksanakan lelang, yaitu sekitar kurang lebih 10 hari kedepan. Untuk peralatan pertandingan Asian Games 2018 akan di cek kembali dan akan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan PON. Pengecekannya akan dilakukan oleh Kemenpora dan PB PON,” katanya.

Ia menambahkan, Kemenhub akan menyiapkan 627 bus untuk kebutuhan transportasi dengan jumlah pengemudi 815 orang pengemudi dengan mengutamakan menggunakan driver dari driver lokal serta melibatkan dukungan dari TNI-Polri. Penjadwalan keberangkatan ke masing-masing cluster sudah dijadwal. Kendaraan dari Kemenhub akan dikirim ke masing-masing lokasi  paling lambat 2 minggu sebelum pertandingan.

“Opening ceremony akan menggunakan EO yang menangani Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018. Pada opening ceremony akan menonjolkan nuansa identitas budaya Papua termasuk juga dimaksimalkan melibatkan seniman dan tenaga- tenaga pekerja seni yang ada dari Papua,” katanya. (R/R11/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)