Islamabad, MINA – Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih menemui jalan buntu dalam perundingan yang panjang, meski upaya diplomasi terus dilakukan. Pakistan berharap gencatan senjata sementara tetap berjalan agar ruang dialog tidak tertutup dan konflik tidak kembali meluas.
Aljazeera melaporkan, Wakil Presiden Amerika, JD Vance menyatakan bahwa Teheran menolak menerima syarat-syarat yang diajukan Washington setelah 21 jam perundingan di Islamabad.
“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir itu kabar buruk bagi Iran jauh lebih daripada kabar buruk bagi Amerika Serikat,” kata Wakil Presiden JD Vance, ketua delegasi AS, kepada wartawan sesaat sebelum ia meninggalkan Islamabad setelah pertemuan tingkat tertinggi antara Washington dan Teheran sejak Revolusi Islam 1979.
Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan pada Ahad (12/4) bahwa tidak ada yang mengharapkan pembicaraan dengan AS akan mencapai kesepakatan dalam satu sesi.
Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz
“Tentu saja, sejak awal, kita tidak seharusnya mengharapkan tercapainya kesepakatan dalam satu sesi. Tidak ada yang memiliki harapan seperti itu,” kata juru bicara kementerian, Esmaeil Baghaei, menurut stasiun televisi pemerintah IRIB.
Dia mengatakan Teheran yakin bahwa kontak antara kami dan Pakistan, serta teman-teman kami lainnya di kawasan ini, akan terus berlanjut.
Baca Juga: Naiknya Biaya Perang Tekan Ekonomi Israel, Rugi Rp45 Triliun per Pekan
















Mina Indonesia
Mina Arabic