Islamabad, MINA – Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung intensif selama sekitar 15 jam dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan, sehingga kedua pihak sepakat melanjutkan dialog pada hari kedua.
Proses negosiasi yang digelar dalam suasana ketegangan tinggi itu berlangsung hingga Ahad dini hari waktu setempat, dengan sejumlah isu strategis masih menjadi titik perbedaan utama antara kedua negara.
Menurut laporan Pakistan Today, Ahad (12/4), pembicaraan tersebut dipusatkan pada upaya merumuskan kerangka kesepakatan yang mencakup isu nuklir, sanksi ekonomi, serta stabilitas kawasan Timur Tengah.
Meski berlangsung lama, sumber diplomatik menyebutkan bahwa kedua delegasi masih belum menemukan titik temu terutama terkait mekanisme pengawasan program nuklir Iran dan tuntutan pencabutan sanksi dari pihak Washington.
Baca Juga: Warga Lebanon Turun ke Jalan, Tegas Tolak Negosiasi dengan Israel
Namun demikian, kedua pihak dikabarkan masih menunjukkan komitmen untuk melanjutkan jalur diplomasi, dengan membuka kemungkinan penyusunan proposal baru dalam putaran lanjutan pembicaraan.
Perundingan ini menjadi sorotan global karena dinilai dapat memengaruhi stabilitas geopolitik kawasan, termasuk harga energi dunia dan situasi keamanan di Timur Tengah yang masih dinamis.
Sejumlah pengamat menilai, panjangnya durasi negosiasi menunjukkan bahwa kedua negara masih berhati-hati dalam mengambil keputusan, sekaligus menandakan besarnya kompleksitas isu yang dibahas.
Hingga saat ini, belum ada jadwal resmi mengenai hasil akhir, namun pembicaraan diperkirakan akan kembali dilanjutkan dengan harapan tercapainya titik temu yang lebih konkret pada sesi berikutnya. []
Baca Juga: Studi di Jerman: Hampir Separuh Pemuda Muslim Miliki Pandangan Islamis
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic