Perusahaan Malaysia Kembangkan Peramban Web Islam Pertama di Dunia

Kuala Lumpur, MINA – Sebuah perusahaan teknologi Malaysia mengklaim telah mengembangkan browser (peramban) mobile dan desktop pertama di dunia yang sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk menggaet 1,8 miliar Muslim di dunia dengan menawarkan kepada mereka pengalaman berselancar atau online yang aman dan sensitif secara etis.

Di antara fitur-fitur lain, SalamWeb memiliki jam yang menunjukkan waktu shalat sesuai lokasi geografis Anda, kompas yang menunjukkan kiblat saat Muslim shalat, dan memberi sinyal peringatan ketika Anda mencoba membuka situs web yang mungkin dilarang menurut ajaran Islam.

SalamWeb adalah peramban halal multibahasa dengan antarmuka sederhana tempat penggunanya dapat menambahkan aplikasi terkait lainnya, semua sesuai dengan Syariah, melakukan debut awal tahun ini. Demikian laporan Efe seperti dilansir The New Indian Express, Selasa (11/6).

“Generasi M, kaum muda Muslim yang memiliki keyakinan kuat pada keyakinan mereka dan memahami teknologi, mencari solusi yang lebih praktis untuk mendukung kebutuhan mereka,” ujar Hajjah Hasni Zarina, Direktur Jenderal SalamWeb Technologies.

Dengan lebih dari 1,8 juta Muslim di dunia atau 24 persen dari populasi global, perusahaan, yang berkantor pusat di Kuala Lumpur ini melihat “peluang besar” untuk menggaet ceruk pasar dan “potensi dalam membuat teknologi sebagai enabler untuk meningkatkan kehidupan” Muslim di seluruh dunia.

“Pedoman kami telah dikembangkan dengan cermat dan bimbingan adab Muslim (disiplin) berdasarkan prinsip-prinsip Syariah,” kata Zarina.

Dia mengklaim bahwa sertifikat untuk peramban tersebut didukung oleh Dewan Pengawas Syariah dari Amanie Advisors, yang terdiri dari para sarjana dari Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Malaysia.

Untuk menghormati dan menjunjung tinggi dasar-dasar Islam, browser ini memfilter opsi pencarian dan memungkinkan pengguna untuk mengklasifikasikan situs web sebagai yang sesuai, netral, dan tidak pantas.

SalamWeb didirikan dengan visi untuk memberikan pengalaman daring yang lebih aman, pribadi, dan peka terhadap etika. Ini berarti konten berbahaya disaring dan kunjungan ke situs-situs pornografi atau tidak pantas diperingatkan dengan konten berbahaya sebelum peringatan,” Kata Zarina.

Sebelum mengakses situs web “tidak patut”, pesan peringatan merah muncul di layar dan memberikan opsi kepada pengguna untuk melanjutkan ke situs web yang tidak direkomendasikan atau kembali ke awal.

Salah satu janji dibuatnya browser ini, menurut penciptanya, adalah “memerangi” berita palsu melalui media tepercaya, dan informasi pribadi tentang kejadian di seluruh dunia.

Peramban ini juga memiliki aplikasi yang disebut “SalamSadaqah” untuk menawarkan zakat atau memudahkan Muslim dalam menunaikan zakat, salah satu dari lima rukun Islam.

Untuk setiap pencarian yang dilakukan melalui SalamWeb, perusahaan mengklaim akan melakukan donasi untuk kegiatan amal.

Peramban SalamWeb, yang dikembangkan sejak 2016 pada perangkat lunak sumber terbuka Chromium dan yang dapat ditambahkan program pengiriman pesan, tersedia dalam berbagai bahasa termasuk Inggris, Bahasa (Malaysia dan Indonesia), Urdu, Bangladesh, dan Arab.

Dan meskipun didasarkan pada prinsip-prinsip Islam, “siapa pun tanpa memandang usia atau keyakinan (agama)” dapat menggunakan peramaban tersebut, kata perusahaan itu. (T/R11/RI-1)

Mi’raj News Agency (MINA)