Pesantren Tahfiz Al-Fatah Citereup Borong Empat Medali Kejuaran Silat

Bogor, MINA – Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an Al-Fatah Citereup, Bogor memborong empat medali kejuaraan Pencak Silat PSHT CUP II (Persaudaraan Setia Hati Terate) Cabang Bogor, di Sport Hall Indocement, Citeureup, Kabupaten Bogor, Sabtu-Ahad (18-19/1).

Kejuaraan pencak silat pelajar antar-rayon meliputi kategori Tanding, Seni Tanding dan Solospel.

Supriyanto, Bagian Kesantrian Al-Fatah mengatakan, keempat medali itu diraih oleh Muhammad Rizki Pandu bin  Agus Sudiyanto  (emas), Muhammad Ridho bin Jupran (perak), Hudzaifah Rahman Hakim bin Teguh Suroso (perunggu), dan Khafid al Farizi bin Muta’in (perunggu).

Ia bersyukur karena santri-santri tahfidznya dapat berprestasi di bidang beladiri silat.

Mereka adalah: Rizki santri kelas 1 MA asal Bogor (20 juz), Ridho kelas 3 MA asal Jambi (30 juz), Hudzaifah, 3 MTs asal Tangerang (10 juz), dan Khafid kelas 1 MTs asal Bogor (2 juz).

“Subhanallah,  kami mengirim empat santri bergabung dengan kontingen Ranting Kecamatan Citeureup, dan semuanya dapat meraih medali”, kata Supri kepada MINA melalui sambungan telepon Selasa sore (21/1).

Menurutnya, santri- santri Pondok Pesantren Tahfiz Al-Quran Citeureup yang menjuarai kejuaraan pencak silat pelajar itu rata-rata sudah hafiz Qur’an dari mulai yang hafiz 2 juz hingga hafiz 30 juz.

Ia menambahkan, tahun lalu pondoknya juga mengirimkan tiga santrinya untuk mengikuti kejuraan pencak silat di Ponpes Al-Fatah Muhajirun, Natar, Lampung.

Ketiganya juga meraih medali. Mereka adalah Yusuf Nauval Hafiz bin Safrudin (3 MA asal  NTB, 20 Juz, medali emas), Hafid Fauzan bin Sudaryatno (3 MA, asal  Makasar, 30 juz, perunggu). dan Faturohman bin Edi Wiranto (3 MTs asal  Depok, 20 juz, perunggu).

Sementara itu Haji Hudzaefah selaku pengasuh Pondok Pesantren Tahfiz Al-Fatah Citeureup mengatakan pembangunan fisik pondoknya dimulai sejak tahun 2014. Sedangkan   ponpes tahfiznya baru mulai proses belajar mengajar tahun 2016.

Pesantren Tahfiz yang dikhususkan untuk santri pria itu sejak berdirinya tahun 2016 hingga kini memiliki 30 santri, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi, Kalimantan, Madura, Jambi, Nusa Tenggara Barat , Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jabodetabek.

“Selain tahfiz juga ada ekstrakurikuler pencak silat”, imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan Haji Mughirah selaku Naibul Imam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Niyabah Bogor sebagai salah satu Pembina pondok tersebut.

“Silat, muhadhoroh, qiro’ah, berenang, dan memanah juga menjadi kegiatyan ekskul santri”, katanya.

Pondok Tahfiz Al-Fatah Citeureup, Bogor merupakan cabang dari Jaringan Pesantren Al-Fatah seluruh Indonesia yang dibina langsung Imaam Yakhsyallah Mansur,MA. (L/RS5/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)