Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesawat Militer AS Kumpul di Arab Saudi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:10 WIB

Sabtu, 28 Februari 2026 - 18:10 WIB

58 Views ㅤ

Pesawat tempur F-16 Amerika Serikat di pangkalan udara. (Foto: dok. Nahar Net)

Riyadh, MINA – Citra satelit terbaru memperlihatkan lonjakan jumlah pesawat militer Amerika Serikat (AS) yang berkumpul di pangkalan udara Prince Sultan Airbase, Arab Saudi, dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini terjadi di tengah memanasnya hubungan Washington dan Teheran terkait isu nuklir serta ancaman militer yang terus meningkat. Anadolu melaporkan.

Data citra yang diperoleh pada 21 Februari menunjukkan setidaknya 43 pesawat militer terlihat di pangkalan tersebut, meningkat signifikan dari sekitar 27 pesawat pada 17 Februari.

Angka itu kemudian sedikit turun menjadi sekitar 38 unit pada 25 Februari, namun kehadiran berbagai jenis pesawat tetap menunjukkan konsentrasi militer yang tinggi.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Jenis-jenis pesawat yang terdeteksi termasuk Boeing KC-135 Stratotankers, yang berfungsi sebagai pesawat pengisi bahan bakar udara, serta Boeing E-3 Sentry dengan sistem radar AWACS, yang memberi kemampuan pengawasan luas terhadap aktivitas udara di kawasan.

Pakar citra satelit mengatakan aset semacam ini tidak hanya bersifat defensif, tetapi juga memperkuat kapabilitas operasi udara yang lebih besar.

Penguatan militer AS di wilayah Teluk ini juga selaras dengan laporan adanya penempatan jet tempur tambahan di negara-negara tetangga termasuk Yordania.

Beberapa pemantau menduga bahwa AFP-35, F-15, dan pesawat strategi lainnya turut memperkuat posisi dalam menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut dengan Iran.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Meningkatnya kehadiran pasukan udara AS di Arab Saudi dan wilayah Teluk lainnya terjadi bersamaan dengan rundingan tidak langsung antara AS dan Iran mengenai program nuklir yang dimediasi oleh Oman, yang sampai saat ini belum membuahkan kesepakatan akhir.

Ketidaksepakatan tentang isu ini diperkirakan menjadi salah satu faktor utama di balik mobilisasi militer yang intens.

Beberapa negara Eropa bahkan telah mengeluarkan peringatan perjalanan dan peringatan risiko konflik lebih luas di kawasan, mengingat ketegangan tidak hanya melibatkan Washington dan Tehran, tetapi juga memengaruhi stabilitas regional secara menyeluruh.

Prince Sultan Airbase di Arab Saudi merupakan salah satu lokasi strategis yang telah lama dipakai oleh militer AS dan sekutunya sejak dekade 1950-an untuk berbagai operasi regional.

Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Basis ini menjadi pusat logistik, pengisian bahan bakar udara, dan pengawasan udara dalam berbagai misi, khususnya selama konflik di Irak dan Afghanistan. Kehadiran pesawat Amerika di wilayah ini mencerminkan dinamika geopolitik yang kompleks antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Rekomendasi untuk Anda

Iran Gelar Latihan Militer Berskala Besar di Selat Hormuz
Internasional
Internasional
Internasional
Internasional