Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Siagakan Pasukan, Trump Isyaratkan Serangan Akhir Pekan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:07 WIB

24 Views ㅤ

Iran Gelar Latihan Militer Berskala Besar di Selat Hormuz
Parade pasukan militer Iran. (Foto: X/Tasnim)

Teheran, MINA – Panglima Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Ali Jahanshahi, memerintahkan seluruh pasukan menjaga kesiapan tempur pada level tertinggi di tengah kemungkinan serangan baru Amerika Serikat (AS). Perintah itu dikutip kantor berita Tasnim pada Jumat (23/10).

Jahanshahi mengingatkan bahwa kelalaian dalam kondisi perang dapat berakibat berat. Ia meminta para komandan di semua tingkatan memperkuat kemampuan tempur lewat perencanaan cermat, pengawasan berkelanjutan, dan perbaikan kekurangan secara cepat.

Ketegangan meningkat setelah Duta Besar AS untuk Turkiye, Tom Barrack, menyebut serangan terhadap Iran mungkin terjadi pada akhir pekan ini.

Dalam wawancara dengan pembawa podcast Mario Nawfal pada Jumat (23/10), Barrack mengatakan hal itu “tentu saja” mungkin, meski ia tidak memiliki peran langsung dalam urusan Iran.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Namun dalam kampanye pemilu sela di Fort Myers, Florida, pada hari yang sama, Trump mengisyaratkan AS bisa melancarkan “Epic Fury” kecil lainnya, atau Iran akan setuju bernegosiasi.

“Operation Epic Fury” merupakan operasi militer AS terhadap Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026. Pada Sabtu (24/10/2026), Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan tidak akan membiarkan kapal militer AS masuk ke Teluk Persia dan mengeklaim dua kapal tanker menabrak ranjau laut di dekat Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi pusat perselisihan kedua negara selama berbulan-bulan, sementara upaya mediasi Pakistan dan Qatar menemui jalan buntu.

AS memindahkan sebagian diplomat dan keluarga mereka dari Lebanon, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Yordania karena kekhawatiran eskalasi.

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Arab Saudi, Turkiye, Mesir, dan Pakistan mendesak penyelesaian lewat dialog dan pembukaan kembali jalur pelayaran Hormuz, sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari terakhir berulang kali bersumpah menggulingkan pemerintahan ulama di Iran. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Amerika
Amerika