Beijing, MINA – Erfan Hezim (20), bintang muda sepak bola asal Uighur yang menjanjikan di liga sepak bola Tiongkok, kembali berlatih bersama timnya setelah menghabiskan masa “pendidikan ulang” di kamp penahanan Xinjiang.
“Saya perlu berterima kasih kepada partai dan pemerintah karena memberi saya kesempatan untuk mewujudkan impian saya,” katanya dalam video diunggah di media sosial. Asia News melaporkan, Jumat (22/2).
Ia bermain untuk tim Liga Super China Jiangsu Suning Football Club.
Pada 18 Februari, ia muncul dalam dua foto yang diunggah di akun resmi timnya, berlatih selama pelatihan musim dingin.
Baca Juga: Megawati dan Red Sparks Buka Asa Juara Usai kalahkan Pink Spiders di Final Leg 3
Dia menghilang pada Februari 2018, setelah kembali ke rumah dari perjalanan ke Spanyol dan Dubai
Federasi Internasional Pesepakbola Profesional (FIFPro) merilis pernyataan pada Juni 2018, yang menyerukan “pembebasan segera Erfan, sehingga dia dapat bersatu kembali dengan keluarganya dan melanjutkan karir sepak bolanya.”
Ia merupakan satu dari sekitar satu juta warga Uighur yang ditempatkan di pusat penahanan di Xinjiang.
Uighur dikenal berbicara bahasa Turki dan merupakan penduduk asli daerah tersebut.
Baca Juga: Final Liga Voli Korea Leg 2: Drama 5 Set Buat Red Sparks Kalah Lagi
Pemerintah Beijing bersikeras bahwa kamp-kamp itu adalah “pusat pelatihan kejuruan” bagi orang-orang yang tertarik pada ekstremisme dan separatisme Islam.
Selama beberapa dekade, para aktivis mengeluh bahwa penduduk asli Xinjiang menjadi sasaran kolonialisasi militer dan administrasi paksa oleh Beijing. (T/RS2/RI-1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Red Sparks dan Megawati Awali Laga Final Liga Voli Korea dengan Kekalahan