Petarung Israel Dihajar Menyerah Usai Sebut Petarung Afghanistan “Teroris”

Javid Basharat (kiri) memukul petarung Israel Oron Kahlon (kanan) di pertarungan UFC Dana White's Contender Series kelas bantam di Las Vegas, AS, Selasa pagi, 26 Oktober 2021. (Foto: dok. Oposisi Cerdas)

Las Vegas, MINA – Petarung MMA asal Israel Oron Kahlon yang menyebut lawan Afghanistannya, Javid Basharat, “seorang teroris” sehari sebelumnya di sesi timbang badan, harus mengaku menyerah dalam pertarungan kelas bantam di Las Vegas, Amerika Serikat, Selasa pagi (26/10) waktu setempat.

Petarung Afghanistan itu mendaratkan pukulan brutal kepada Kahlon yang akhirnya membuat lawanannya keluar dari penderitaannya dengan menyerah di ronde ketiga.

Kedua petarung datang ke pertarungan UFC Dana White’s Contender Series ini dengan rekor tak terkalahkan. Namun, sejak Basharat menangkap tendangan dan menjatuhkan Kahlon di ronde pertama, hanya akan ada satu pemenang.

Basharat menindaklanjuti dengan beberapa ground and pound yang berat. Pemain Afghanistan yang tinggal di London itu menunjukkan berbagai serangan yang indah dari posisi teratas sambil menyindir lawannya dengan pertanyaan seperti ‘mengapa dia tidak berbicara?’

Pemain berusia 26 tahun itu melanjutkan serangan gencarnya saat ia beralih antara tembakan ke tubuh, sikut tajam, dan pukulan ke wajah membuat Kahlon meneteskan darah. Hukuman bagi petarung Israel itu berlanjut hingga akhir ronde kedua.

Setelah menghabiskan putaran kedua untuk mengendalikan lawannya di lapangan, Basharat menemukan penyelesaian di kuarter ketiga. Dia menjatuhkan lawannya dengan tendangan betis sebelum menerkam pertahanan Kahlon dan melanjutkan rentetan dari posisi atas.

Basharat menguncinya dengan erat dan mendapat ketukan menyerah dari lawannya dengan kurang dari 50 detik pertarungan.

Rekor profesional Basharat yang sempurna naik menjadi 11-0, sementara Khalon meluncur menjadi 16-1.

Petarung Afghanistan itu mendapatkan kontrak UFC dengan penampilannya, sementara reputasi Kahlon mendapat pukulan besar. (T/RI-1/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Comments are closed.