Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pidato di PBB, Abbas Desak Realisasi Gencatan Senjata dan Penyatuan Palestina

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 25 September 2026 - 23:23 WIB

Jumat, 25 September 2026 - 23:23 WIB

19 Views ㅤ

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas berpidato untuk Sidang Umum PBB melalui rekaman, Kamis, 25 September 2025. (Foto: @cochinkid / X)

New York, MINA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyerukan pelaksanaan segera tahap kedua dari rencana gencatan senjata Gaza, serta mendesak penyatuan kembali Jalur Gaza dengan Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur, di bawah satu otoritas Palestina yang tunggal.

Abbas menyampaikan pidato di hadapan Majelis Umum PBB pada Kamis (24/9) melalui video, setelah Amerika Serikat menolak visa delegasi Palestina selama dua tahun berturut-turut. Al-Mayadeen melaporkan.

Dalam pidatonya, Abbas mengatakan warga Palestina di Gaza menghadapi pembunuhan, kehancuran, kelaparan, pengungsian paksa, dan perang genosida, sementara perluasan permukiman terus meningkat di seluruh Tepi Barat.

Ia juga menyoroti isolasi Al-Quds Timur, meningkatnya kekerasan oleh pemukim, serta berlanjutnya perampasan tanah, penghancuran rumah, pemasangan blokade jalan, dan berbagai serangan di bawah pendudukan Israel.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

“Apa yang terjadi di Gaza, Tepi Barat, dan Al-Quds Timur bukanlah peristiwa yang terpisah,” ujar Abbas, menggambarkannya sebagai “bagian dari rencana kolonial jahat” yang bertujuan mempersulit kehidupan warga Palestina dan mengusir mereka dari tanah airnya.

Ia mempertanyakan sampai kapan sejumlah negara akan tetap diam atau terus memasok senjata kepada pihak pendudukan Israel.

Abbas juga memperingatkan bahaya rencana permukiman E1,mengatakan bahwa rencana tersebut akan memisahkan al-Quds Timur dari wilayah sekitarnya yang berpenduduk Palestina.

Peringatannya disampaikan di tengah sorotan PBB terhadap dampak perluasan permukiman dan rencana E1 bagi kesinambungan wilayah negara Palestina di masa depan.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres pekan ini menyatakan bahwa pelaksanaan rencana E1 akan menjadi “pukulan mematikan” bagi prospek terwujudnya negara Palestina yang wilayahnya menyatu dan layak secara fungsional.

Pada kesempatan itu ia juga mengumumkan bahwa pemilihan umum legislatif akan diselenggarakan pada 28 November, yang kemudian akan diikuti oleh pemilihan untuk memperbarui keanggotaan Dewan Nasional Palestina serta pemilihan presiden.

Ia kemudian menyampaikan terima kasih kepada 160 negara yang telah mengakui Negara Palestina, mengajak negara-negara lain untuk melakukan hal serupa, serta kembali menegaskan tuntutannya untuk mendapatkan keanggotaan penuh di PBB.

“Kami tidak akan meninggalkan tanah air kami. Kami tidak akan menerima pengusiran paksa. Kami tidak akan membiarkan siapa pun menentukan masa depan kami atas nama kami,” tegas Abbas.[]

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina