Gaza, MINA – Enam warga Palestina gugur dan sejumlah lainnya terluka dalam serangkaian serangan penjajah Israel di Jalur Gaza pada Kamis (29/10), meskipun kesepakatan gencatan senjata masih berlaku.
Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan sedikitnya empat pegawai pemerintah gugur dalam serangan Israel yang menyasar sebuah pos Kementerian Ekonomi di kawasan al-Mawasi, sebelah barat Rafah, Gaza selatan.
Serangan tersebut juga melukai 30 orang lainnya, termasuk enam orang yang dilaporkan dalam kondisi kritis.
Kantor Media Pemerintah Gaza mengecam serangan terhadap pos tersebut sebagai kejahatan baru dan pembantaian mengerikan yang menyasar pegawai sipil di sektor publik.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Kantor itu menyatakan bahwa penargetan tim pemerintah dan pegawai sipil merupakan bagian dari “kampanye terorganisir Israel untuk merusak lembaga pemerintah dan mendorong wilayah tersebut menuju kekacauan dan tanpa hukum.”
Dalam serangan terpisah, dua warga Palestina gugur dan sejumlah lainnya terluka ketika drone Israel menyerang sebuah kendaraan sipil di dekat pintu masuk Kamp Pengungsi Maghazi, Gaza tengah.
Menurut sumber medis di Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs, jenazah kedua korban dan sejumlah warga yang terluka dibawa ke rumah sakit setelah serangan di Jalan Salah al-Din.
Di wilayah lain, kendaraan militer Israel melepaskan tembakan intensif ke arah rumah-rumah dan tenda pengungsi di timur laut Khan Younis, Gaza selatan, serta di sebelah timur Deir al-Balah, Gaza tengah. Serangan tersebut juga disertai pemboman artileri intensif, menurut sumber-sumber lokal.
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
Artileri Israel turut membombardir kawasan timur laut Kota Gaza. Sementara itu, kendaraan militer Israel dilaporkan menembaki tenda-tenda pengungsi di kawasan Kamp Halawa, sebelah timur Jabalia, Gaza utara.
Serangkaian serangan tersebut terjadi di tengah laporan pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata oleh Israel telah menewaskan 1.574 warga Palestina dan melukai 5.687 lainnya.
Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 175.000 lainnya. Perang tersebut juga menyebabkan kehancuran luas yang berdampak pada sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Gaza.[]
Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic