Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Abbas Ucapkan Selamat kepada Lula da Silva: Kemenangan bagi Brasil dan Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:04 WIB

22 Views ㅤ

Mahmoud Abbas bersama Lula da Silva dalam sebuah pertemuan. (WAFA)

Ramallah, MINA — Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengucapkan selamat kepada Luiz Inácio Lula da Silva atas terpilihnya kembali sebagai Presiden Brasil untuk masa jabatan keempat secara tidak berturut-turut.

Ucapan selamat ini disampaikan dalam telegram resmi, seperti dilaporkan WAFA News pada Senin (26/10).

Dalam telegram tersebut, Abbas menyampaikan harapan hangat kepada Lula dan seluruh rakyat Brasil.

Ia menilai kemenangan ini mencerminkan kehendak rakyat Brasil dan kepercayaan mereka terhadap kebijakan serta sikap berani dan bertanggung jawab Lula, baik di dalam negeri maupun di panggung internasional.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Abbas juga memuji dukungan bersejarah Brasil terhadap rakyat Palestina dan hak-hak nasional mereka yang sah, serta kecaman Brasil atas kejahatan yang dilakukan terhadap mereka. Ia menyatakan kebanggaannya atas solidaritas Brasil dan keyakinannya bahwa posisi berprinsip, kemanusiaan, dan adil ini akan terus berlanjut .

Rekam Jejak Lula da Silva untuk Palestina

Dukungan Lula terhadap Palestina bukanlah hal baru. Ia telah menorehkan sejarah panjang sebagai salah satu pemimpin dunia yang paling vokal membela hak-hak rakyat Palestina.

  1. Kunjungan Bersejarah ke Ramallah (2010).

Pada Maret 2010, Lula menjadi kepala negara Brasil pertama yang mengunjungi Palestina secara resmi. Dalam kunjungannya ke Ramallah. Ia meresmikan Jalan Brasil (Rua Brasil) di dekat markas Otoritas Palestina, meletakkan bunga di makam Yasser Arafat, dan mengecam pembangunan tembok pemisah Israel di Tepi Barat. Saat itu, ia menyatakan bahwa rakyat Palestina membutuhkan persatuan dan mendesak Hamas serta Fatah untuk bersatu .

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

  1. Pengakuan Negara Palestina (2010).
    Pada 1 Desember 2010, pemerintah Lula secara resmi mengakui Negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.

Keputusan ini bukan sekadar simbolis, ia memicu gelombang pengakuan dari negara-negara Amerika Selatan lainnya, menjadikan Brasil sebagai pionir diplomasi pro-Palestina di kawasan.

  1. Kecaman terhadap Genosida di Gaza
    Dalam berbagai forum internasional, Lula tidak pernah ragu menyebut apa yang terjadi di Gaza sebagai “genosida”. Pada KTT BRICS 2025, ia menyerukan dunia untuk tidak tinggal diam, “Kita tidak bisa tetap acuh tak acuh terhadap genosida yang dilakukan Israel di Gaza, pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil tak bersalah, dan penggunaan kelaparan sebagai senjata perang”.

Ia juga menegaskan bahwa solusi hanya mungkin dicapai dengan berakhirnya pendudukan Israel dan berdirinya negara Palestina yang berdaulat dalam perbatasan 1967.

  1. Pembelaan di PBB dan Forum Internasional
    Lula secara konsisten menjadikan isu Palestina sebagai bagian dari pidatonya di Majelis Umum PBB. Pada September 2025, ia mengecam “pembersihan etnis” yang berlangsung di Gaza dan menyerukan agar komunitas internasional bertindak.

Brasil di bawah kepemimpinannya juga mendukung penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Palestina dan mengecam serangan terhadap warga sipil.

  1. Dampak Diplomatik
    Sikap tegas Lula membuat Brasil dan Israel mengalami kerenggangan diplomatik. Israel bahkan sempat menyatakan Lula sebagai persona non grata setelah pernyataannya yang menyebut operasi militer Israel di Gaza sebagai genosida dan membandingkan Netanyahu dengan Hitler. Brasil juga menarik duta besarnya dari Israel pada tahun 2024 .

Harapan Baru bagi Palestina

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Kemenangan Lula di tengah polarisasi politik Brasil menjadi angin segar bagi perjuangan Palestina.

Dengan rekam jejak yang telah terbukti, Palestina berharap Brasil di bawah kepemimpinan Lula keempat akan terus menjadi suara lantang di forum internasional yang membela hak-hak rakyat Palestina, menuntut akuntabilitas atas pelanggaran Israel, dan mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan abadi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demo Gen Z Jerman Berujung Ricuh di Hamburg, Frankfurt, dan Berlin

Rekomendasi untuk Anda