Pisang Mas Kirana Gunung Kidul Siap Tembus Ekspor

Pisang Mas Kirana telah menjadi sajian di Istana Negara.Foto: Istimewa)

Gunung Kidul, MINA – Pisang Mas Kirana merupakan salah satu jenis pisang yang sangat digemari masyarakat untuk dikonsumsi segar.  Ukurannya yang sesuai dengan selera konsumen, warna kulit buah pisang mas juga sangat menarik yaitu kuning cerah, didukung dengan rasa daging buahnya manis, segar, dan teksturnya lembut.

Pisang ini juga menjadi pilihan utama bagi para pengusaha hotel, catering atau restoran. Bahkan, pisang Mas Kirana telah menjadi sajian di Istana Negara.

Sebagaimana keterangan tertulis yang diterima MINA, Ahad (4/10), varietas pisang mas ini ditetapkan sebagai varietas unggul nasional berdasarkan SK Menteri Pertanian nomor: 516/2005. Sejak saat itu pisang yang aslinya berasal dari Lumajang ini populer dengan nama Pisang Mas Kirana.

Kini pisang Mas Kirana telah dikembangkan juga di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi D.I. Yogyakarta,   setelah mendapat alokasi dana APBN dari Kementerian Pertanian dalam hal ini Direktorat Jenderal Hortikultura melalui program pengembangan kawasan seluas 40 ha pada tahun 2019.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan untuk terus meningkatkan produk unggulan pertanian melalui pengembangan kawasan, terutama buah-buahan unggulan yang memiliki prospek pasar yang cukup luas, disamping sebagai bagian dari upaya peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian (GraTiEks).

Wilayah pengembangan pisang Mas Kirana di Kabupaten Gunungkidul tersebar di Kecamatan Semin, Ngawen, Patuk, Purwosari, Nglipar dan Gedangsari, mengingat untuk wilayah Kabupaten Gunung Kidul kecamatan tersebut merupakan sentra tanaman pisang.

Petugas Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Restu menyatakan, Pengembangan kawasan seluas 40 ha di Kabupaten Gunung Kidul sudah terealisasi. Rata-rata produksi pisang Mas Kirana asal Gunung Kidul dalam satu tandan mencapai berat 10 kg dan dalam satu tandan terdapat 7-8 sisir.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto, sebagaimana arahan Menteri Pertanian mengatakan, akan terus mendorong agar petani pisang mampu menghasilkan produk bermutu dan meningkatkan produksi melalui pengembangan kawasan.

Pria yang akrab dipanggil Anton ini menjelaskan, pihaknya akan selalu berupaya untuk terus memperluas areal pertanaman guna meningkatkan hasil produksi buah-buahan unggulan terutama dimasa pandemi Covid 19.

“Ini sebagai wujud amanat Menteri Pertanian untuk mendukung program peningkatan ekspor tiga kali lipat komoditas pertanian atau GraTiEks, dan juga merupakan realisasi program Gerakan Mendorong Produksi, Daya Saing dan Ramah Lingkungan atau GEDOR HORTI,” pungkas Anton.

Selain itu, Direktur Buah dan Florikultura Liferdi Lukman, mengatakan Kabupaten Gunung Kidul memiliki potensi dan prospek yang bagus untuk pengembangan pisang Mas Kirana. Pada tahun ini, Kementan memfasilitasi pengembangan kawasan pisang Mas Kirana seluas 40 hektar melalui dana APBN.

“Pengembangan kawasan ini sebagai upaya meningkatkan produksi buah-buahan unggulan dan perwujudan program GEDOR HORTI, yang kedepannya akan dapat meningkatkan kesejahteraan petani terutama ditengah pandemi Covid 19 ini,” ujar Liferdi

Pengembangan kawasan diarahkan pada pembentukan kebun dengan skala luas, serta diintegrasikan dengan pihak swasta dalam bentuk kemitraan.

Meskipun kepemilikan lahan rakyat kecil, namun ketika dikelola secara profesional dapat menghasilkan produk yang dapat dipasarkan hingga pasar ekspor.

“kita harapkan produksi pisang Mas Kirana Gunungkidul ini tidak hanya memenuhi pasar domestik tapi juga merambah pasar ekspor,” pungkas Liferdi.(R/R1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)