Pleno Keempat IUNCF, Wamenlu: Perkuat Kemitraan RI dan PBB

Jakarta, MINA – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Abdurrahman Mohammad Fachir membuka Pertemuan Pleno Keempat Forum Konsultatif Indonesia-PBB atau Indonesia-United Nations Consultative Forum (IUNCF) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).

Forum yang ditetapkan pada 9 September 2013 tersebut berfungsi untuk memfasilitasi koordinasi berkelanjutan dan konstruktif antara Pemerintah Indonesia dan PBB dengan melibatkan berbagai kementerian dan juga di antara perwakilan badan-badan PBB di Indonesia.

Dalam acara pembukaan tersebut, Wamenlu menyampaikan kembali tujuan dari IUNCF adalah untuk “memperkuat kemitraan antara pemerintah Indonesia dan PBB yang terkoordinasi, berorientasi tujuan, transparan, dan efektif”.

Menurutnya ada tiga hal yang akan dilakukan dalam pertemuan tersebut, pertama mencoba membuat forum dari berbagai instansi yang membahas isu-isu secara terkoordinir dengan melibatkan berbagi kementrian.

Yang kedua, melakukan pembahasan yang sifatnya konstruktif. Ada dua kelompok kerja dalam forum tersebut, yaitu Kelompok Kerja untuk Berbagi Informasi dan Pengembangan Kerja Sama dan Kelompok Kerja untuk Administrasi dan tahu ini, secara serius akan dibahas kembali menyangkut program-program yang dikerjasamakan.

Lebih lanjut, ketiga adalah pendekatan pembahasan lebih kepada pembangunan yang berkelanjutan atau SDGS, maka isu itu pun menjadi yang dikedepankan dalam pembahasan berbagai program.

Seperti yang disebutkan Wamenlu dalam pidatonya, pembahasannya harus disesuaikan dengan yang sifatnya kebutuhan atau prioritas dan hal tersebut menurut Wamenlu justru relevan dengan tema PBB tahun ini “United Nation for Our people”.

Pertemuan keempat IUNCF tersebut diketuai bersama oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu Febrian Ruddyard dan Koordinator Perwakilan PBB di Indonesia Anita Nirody.

Pertemuan tersebut juga membahas dan menindaklanjuti hasil-hasil pertemuan dua kelompok kerja yang telah diselenggarakan pada 2018 lalu. (L/Sj/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)