Ramallah, MINA – Perdana Menteri Mohammad Mustafa mengadakan pertemuan dengan delegasi European Union untuk membahas penguatan dukungan internasional terhadap Palestina, khususnya di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Dalam pertemuan itu, Mustafa menyoroti berbagai kendala di penyeberangan Rafah yang menghambat mobilitas warga, terutama bagi pasien dan kebutuhan kemanusiaan.
“Perlu peningkatan tekanan internasional agar penyeberangan dapat beroperasi lebih efektif dan jumlah pelintas ditingkatkan,” ujarnya, demikian dikutip WAFA News Agency, Rabu (25/3).
Ia menegaskan, akses keluar-masuk Gaza harus dipermudah guna merespons kebutuhan kemanusiaan yang terus meningkat.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
Mustafa juga menekankan, seluruh pengaturan terkait Gaza harus bersifat sementara dan mengarah pada kendali penuh pemerintah Palestina.
Ia menyatakan, pentingnya satu sistem, satu hukum, dan satu otoritas sebagai dasar pemerintahan.
Selain itu, ia mengungkapkan meningkatnya serangan pemukim di Tepi Barat serta pembatasan pergerakan dan tekanan ekonomi yang berdampak pada kondisi kemanusiaan.
Sementara itu, delegasi Uni Eropa memaparkan peran misi mereka, termasuk EUPOL COPPS dan EUBAM Rafah, dalam mendukung penguatan institusi Palestina.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
Selain itu, kedua pihak juga membahas peningkatan kapasitas aparat kepolisian dan penegakan hukum guna menjaga stabilitas serta ketertiban di wilayah Palestina.[]
Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic