PM TURKI: AKSI SOLIDARITAS DI PARIS JUGA HARUS DILAKUKAN UNTUK ISLAMOPHOBIA

www.sondakika.com
www.sondakika.com

Paris, 21 Rabi’ul Awwal 1436/12 Januari 2015 (MINA) – Perdana Menteri Turki, Ahmet Davutoglu memuji aksi solidaritas yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap teror di Paris sebagai pesan yang kuat kepada dunia. Ia mengharapkan reaksi yang sama dilakukan pula untuk serangan terhadap Muslim dan Islamophobia.

Davutoglu bergabung dengan puluhan pemimpin dunia lainnya dalam pawai di Paris untuk berkabung korban tiga hari serangan oleh kelompok teroris yang dimulai dengan pembantaian 12 orang di kantor majalah satir Charlie Hebdo. Al-Arabiya melaporkan seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Kehadiran Davutoglu, salah satu pemimpin Muslim untuk menghadiri rapat umum, terlihat di Turki sebagai sangat simbolis mengingat bahwa Charlie Hebdo sudah sering mencerca Nabi Muhammad.

“Ini adalah pesan kepada seluruh dunia bahwa setiap orang harus menghadapi ancaman teror,” kata Davutoglu kepada wartawan di kedutaan Turki di Paris dalam komentar yang disiarkan televisi.

“Kami harapkan kepekaan yang sama akan ditampilkan untuk serangan terhadap masjid atau Islamophobia,” tambahnya setelah menghadiri rapat yang memobilisasi lebih dari satu juta orang di Paris saja.

Dia memuji komentar Presiden Prancis, Francois Hollande yang fanatik ini yang mengatakan bahwa yang melakukan serangan tidak ada hubungannya dengan agama Islam.

Dia mengatakan, para penyerang tidak tumbuh di negara-negara Muslim tetapi di Paris dan kawasan ini yang harus diperiksa.

“Sikap Turki yang berprinsip dan kami akan menjaga sikap ini,” katanya.

“Turki memiliki nilai yang sama di seluruh dunia dengan teror yang bersangkutan. Tidak ada standar ganda,” tuturnya.

Dia menambahkan, Turki akan terus meningkatkan suara melawan terorisme dari segala bentuk termasuk apa yang ia sebut sebagai terorisme negara terhadap rakyat Palestina dan Suriah.

Sudah ada kontroversi di media sosial selama kehadiran Davutoglu pada rapat umum tersebut, dengan kritikus mengatakan rekor Turki pada kebebasan pers berarti kehadirannya jauh dari sambutan. (T/P006/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0